PGEO Sebut Pendapatan Kuartal III-2025 Lampaui Target
Salah satu geothermal yang dimiliki Pertamina Geothermal Energy/Dok. PGE
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan pendapatan sebesar US$318,86 juta hingga kuartal III tahun 2025. PGE menyebut pendapatan tersebut melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar US$314,30 juta.
Pendapatan periode ini mengalami peningkatan 4,20% secara year on year (YoY), dibandingkan kuartal III-2024 yang mencapai angka US$306,02 juta.
Adapun laba bersih Perseroan sebesar US$104,26 juta pada kuartal III tahun 2025. EBITDA Perseroan senilai US$248,97 juta.
Perseroan menjelaskan capaian positif Perseroan didukung oleh PGE Lumut Balai Unit 2 dengan kapasitas 55 megawatt (MW) yang mulai beroperasi penuh sejak Juni lalu.
“Pencapaian ini menjadi bukti nyata kemampuan Perseroan dalam memperkuat kinerja operasional sekaligus mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan. Hasil positif tersebut menjadi semangat kami untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan mempercepat transisi nasional menuju energi bersih,” kata Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Yurizki Rio dalam keterangannya.
Perseroan juga menyampaikan total aset lancar mengalami peningkatan dari US$828,56 juta menjadi US$831,78 juta dibandingkan posisi per 31 Desember 2024. Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan bisnis yang positif serta menunjukkan posisi keuangan Perseroan yang semakin solid dan sesuai dengan arah pengembangan yang direncanakan.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani mengungkapkan terdapat sejumlah faktor utama yang memberikan stimulus. Ia mengatakan, sejumlah upaya dilakukan untuk meningkatkan kapasitas operasional melalui sejumlah proyek strategis pada tahun ini. Hasilnya sudah mulai membuahkan hasil nyata. Beroperasinya Proyek Lumut Balai Unit 2 pada Juni lalu turut menjadi stimulus pertumbuhan pendapatan Perseroan secara year-on-year.
“Ke depan, kami akan terus mengakselerasi pengembangan proyek-proyek strategis lainnya untuk memperkuat portofolio panas bumi nasional,” kata Ahmad.