Prodia Kantongi Laba Bersih Rp207 Miliar di Tahun 2025, Ada 2 Segmen yang Berkontribusi Signifikan

0
48

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,28 triliun pada tahun 2025. Pendapatan tersebut mengalami kenaikan sebesar 1,31% YoY. Pendapatan tersebut didorong oleh kontribusi signifikan dari segmen rutin dan esoterik.

“Pendapatan sebesar Rp2,28 triliun pada tahun buku 2025 mencerminkan efektivitas strategi kami dalam mengakselerasi inovasi, memperkuat ekosistem digital, serta mengoptimalkan jaringan layanan,” kata Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty dalam keterangannya.

Memasuki tahun 2026, Prodia akan semakin memperkuat pengembangan precision medicine-nya melalui ekspansi specialty clinic di bidang Stem Cell, Autoimmune, dan Longevity, serta penguatan ekosistem digital—U by Prodia, Prodia for Doctor, dan WebPortal—untuk meningkatkan engagement pelanggan sekaligus menghadirkan akses layanan yang lebih terintegrasi dan seamless.

Di saat yang sama, Prodia juga memprioritaskan pengembangan pemeriksaan esoterik dan diagnostik klinis kompleks melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Mass Spectrometry Technology yang didukung Clinical Decision Support (CDS), sebagai upaya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Prodia juga menyampaikan Beban Pokok Penjualan (COGS) tercatat Rp949 miliar, meningkat 5,42% YoY, seiring dengan peningkatan volume tes dan ekspansi layanan di berbagai wilayah. Peningkatan biaya ini turut dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan medis, reagen, serta investasi pada kualitas layanan dan teknologi diagnostik. Hal ini berdampak pada Laba Kotor yang tercatat turun tipis 1,43% YoY, menjadi Rp1,33 triliun.

Baca Juga :   BRI Finance Bukukan Laba Tahun Berjalan Rp90,88 Miliar di Tahun 2025

Perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas operasional dengan mencatatkan Laba Usaha (EBIT) sebesar Rp225 miliar dan Laba Sebelum Pajak (EBT) tercatat Rp264 miliar. Hal ini menunjukkan efektivitas pengendalian biaya operasional di luar COGS serta disiplin dalam manajemen beban usaha. Dengan Beban Pajak pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp58 miliar, Perseroan berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp207 miliar. Hal ini mencerminkan fundamental bisnis yang tetap solid dan berkelanjutan.

Dari sisi posisi keuangan, total aset tercatat Rp2,70 triliun, menunjukkan kapasitas sumber daya yang kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Struktur permodalan Perseroan juga mencerminkan perusahaan yang sehat, dengan Total Liabilitas sebesar Rp302 miliar dan Total Ekuitas tercatat Rp2,39 triliun. Hal ini mencerminkan tingkat leverage yang rendah dan fleksibilitas keuangan yang tinggi. Di samping itu, Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi tercatat Rp424 miliar, menunjukkan aliran kas yang sehat dan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas dari kegiatan inti bisnisnya secara konsisten. Secara keseluruhan, aktivitas investasi Perseroan memberikan kas sebesar Rp55 miliar. Perseroan terus berupaya melakukan pengelolaan portofolio investasi yang optimal. Perseroan merealisasikan Belanja Modal (Capex) lebih dari Rp165 miliar pada tahun 2025, yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur, modernisasi peralatan laboratorium, serta inovasi layanan digital.

Baca Juga :   Prodia Siapkan Fasilitas Tes PCR Corona dengan Hasil Cepat

“Sepanjang tahun 2025, Prodia menjaga profitabilitas dan arus kas tetap solid melalui pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta melakukan pengelolaan biaya yang produktif, didukung struktur permodalan yang tetap sehat. Memasuki tahun 2026, kami akan fokus meningkatkan kualitas pendapatan melalui bauran tes bernilai tinggi seperti tes-tes esoterik dan layanan diagnostik klinis yang semakin komprehensif. Di sisi operasional, kami juga akan mengoptimalkan utilisasi jaringan dan klinik untuk mendorong pertumbuhan volume sekaligus menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan margin. Ekspansi jaringan dilakukan secara selektif dan terukur guna mempertahankan momentum pertumbuhan serta memperkuat posisi keuangan jangka panjang,” kata Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi dalam keterangannya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics