Seiring Optimisme Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Perkirakan IHSG Menjadi 6.800-7.000 di Akhir 2021
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/iconomics
Pemerintah optimistis ekonomi pada tahun ini akan kembali tumbuh positif seiring dengan adanya program vaksinasi baik di level global maupun nasional. Pertumuhan ekonomi global diperkirakan di kisaran 4,2% hingga 5,2%. Sementara ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 4,5% hingga 5%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan optimisme ini diorong oleh sentimen positif vaksinasi yang secara global per 3 Januari sudah disuntikan sebanyak 12 juta dosis. Sementara Indonesia sendiri sudah mendatangkan 3 juta dosis vaksin per akhir tahun 2020 lalu dan sudah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan produsen vaksin untuk mengamankan vaksin.
Pemerintah Indonesia akan mulai melakukan vaksinasi tahap pertama pada pertengahan Januari ini. Saat ini, pemerintah masih menunggu Emergency Use Authorization dari Badan POM dan sertifiaksi halal atas vaksin Sinovac yang sudah masuk 3 juta dosis.
Airlangga mengatakan adanya vaksinasi ini diharapakan membawa sentimen positif dan tentu yang utama adalah mengatasi dampak dari pandemi Covid-19 itu sendiri.
“Optimisme juga terlihat di pasar modal sejalan dengan penurunan risiko ketidakpastian di pasar keuangan global tercermin dari volatilitas indeks dan Credit Default Swap (CDS) sudah semakin membaik dan IHSG diprediski bisa mencapai 6.800 atau 7.000 di akhir 2021,” ujar Airlangga saat memberikan sambutan dalam pembukaan perdagangan saham, Senin (4/1).
Apalagi, tambah Airlangga, IHSG sudah sempat menyentuh level 6.165 pada 22 Desember lalu meskipun ditututup di bawah 6.000 pada akhir tahun 2020.
Sejalan dengan optimisme pemulihan ekonomi dan pasar modal ini, Airlangga mengungkapkan Bursa Efek Indonesia menargetkan 30 perusahaan akan melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini. Ia berharap dana yang terkumpul dari IPO itu cukup siginifikan.
Untuk mendukung pemulihan ekonomi ini, jelas dia, pemerintah menyiapkan beberapa strategi tambahan antara lain untuk penanganan Covid-19 pemerintah telah menutup masuknya Warga Negara Asing (WNA) selama dua pekan 1 Januari hingga 14 Januari untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19.
Airlangga mengatakan pasca liburan natal dan tahun baru, diperkirakan ada lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Karena itu, pemerintah akan menambah kapasitas fasilitas kesehatan. Selain itu, program vaksinasi juga mulai dilakukan pada pertengahan Januari 2021 ini.
Dukungan program pemulihan ekonomi juga dilanjutkan dengan anggaran Rp372,3 triliun. Diharapkan dengan anggaran tersebut, daya beli masyarakat kembali pulih. Adanya UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja juga diharpakan mendorong investasi baru dan penciptaan lapangan kerja baru.