Sekitar 80% Laba Bersih Trisula Textile Industries Tbk Tahun 2025 Dibagikan sebagai Dividen

0
50

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), emiten penyedia kain, seragam, dan produk fesyen, menyetujui pembagian dividen sebesar Rp10 miliar atau setara Rp1,38 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Bandung pada Rabu (22/4).

Distribusi dividen dijadwalkan pada 22 Mei 2026.

Nilai dividen tersebut sekitar 80 persen dari laba bersih pada 2025. Tahun lalu, BELL mencatat laba bersih sebesar Rp12,57 miliar, meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year).

Sementara itu, penjualan tercatat sebesar Rp584,75 miliar. Perseroan secara konsisten membagikan dividen setiap tahun sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham, meskipun industri tekstil dalam negeri sempat menghadapi berbagai tantangan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang, BELL terus mendorong kinerja di seluruh segmen usaha, mulai dari manufaktur, seragam, distribusi, hingga ritel. Langkah yang ditempuh meliputi efisiensi dan optimalisasi produksi, restrukturisasi serta modernisasi permesinan untuk menjaga kualitas produk, pengembangan produk yang unik dan inovatif sesuai preferensi pasar, serta pemanfaatan kapabilitas Trisula Innovation Center (TIC) guna memperkuat kolaborasi dengan Trisula Group dan mendorong sinergi bisnis.

Baca Juga :   Laba Bersih Turun 21% pada 2023, CPIN Tebar Dividen Rp130 per Saham

“Keputusan pembagian dividen ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan apresiasi kepada pemegang saham di tengah tantangan industri tekstil nasional. Kami bersyukur laba bersih tahun buku 2025 tumbuh 9% secara year-on-year, yang menjadi fondasi kuat untuk terus berbagi nilai tambah,” ujar Karsongno Wongso Djaja, Direktur Utama BELL.

Keunggulan daya saing lainnya terletak pada kualitas produk BELL. Perseroan dipercaya oleh berbagai instansi pemerintah maupun swasta, sektor perbankan, serta industri lainnya di Tanah Air dalam pengadaan kain dan seragam. Selain itu, fleksibilitas pesanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan (custom) menjadi nilai tambah tersendiri. Keunggulan tersebut menjadi motor pertumbuhan BELL dalam meraih kinerja positif.

Selain inovasi, BELL juga aktif melakukan ekspansi ritel melalui merek JOBB dan Jack Nicklaus di wilayah pasar yang potensial dan strategis. Per Desember 2025, jumlah gerai JOBB tercatat sebanyak 135 gerai, sementara Jack Nicklaus sebanyak 76 gerai.

Dengan strategi yang dijalankan secara konsisten, BELL semakin memantapkan posisinya di industri tekstil dalam negeri. Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan pendapatan pada kisaran high single digit sesuai target yang telah ditetapkan untuk tahun ini.

Leave a reply

Iconomics