Tugu Insurance Catat Laba Rp265 Miliar di Kuartal I-2026

0
47

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp265,62 miliar pada kuartal I tahun 2026.

Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar menyampaikan bahwa kuartal I tahun 2026 menjadi periode yang penuh dinamika bagi industri asuransi. Namun, Perseroan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko.

“Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan volatilitas harga energi, Perseroan tetap fokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Disiplin underwriting, penguatan portofolio, serta pengelolaan risiko yang terukur menjadi fondasi penting bagi Tugu Insurance untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” kata Fitri dalam keterangannya.

Pada kuartal I-2026, sesuai pencatatan menggunakan PSAK 117, Perseroan membukukan Pendapatan Jasa Asuransi sebesar Rp2,57 triliun, meningkat 5,96% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp2,42 triliun. Adapun Hasil Jasa Asuransi mencapai Rp461,01 miliar, meningkat 2,18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp451,16 miliar.

Baca Juga :   Tugu Insurance Catat Kenaikan Produksi Premi Bruto Sebesar 25% di Semester I-2022

Kinerja ini ditopang oleh pengelolaan portofolio yang selektif pada lini fire & property, offshore, dan marine cargo, yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama bagi Tugu Insurance.

Pendapatan Investasi Perseroan tercatat sebesar Rp88,17 miliar pada kuartal I-2026, mencerminkan pengelolaan portofolio yang tetap prudent di tengah dinamika pasar keuangan.

Pendapatan Operasional Lainnya tercatat sebesar Rp156,02 miliar atau meningkat 31,25% dibandingkan Rp118,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan peran entitas anak dalam memperkuat diversifikasi sumber pendapatan Perseroan.

Fitri juga menyampaikan bahwa struktur permodalan tetap kuat untuk mendukung keberlanjutan bisnis Perseroan. Total Ekuitas solid di level Rp10,17 triliun, dengan Risk Based Capital (RBC) pada level 420,5%. Adapun Total Aset Perseroan tercatat sebesar Rp29,69 triliun pada akhir Maret 2026.

“Struktur permodalan yang solid memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk menjaga stabilitas kinerja sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ke depan. Perseroan akan terus memastikan pengelolaan modal dilakukan secara prudent, sejalan dengan komitmen untuk menjaga fundamental dan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fitri.

Leave a reply

Iconomics