Bertepatan dengan HUT Jakarta, PT Bank DKI Ubah Call Name dan Logo

0
97

PT Bank DKI melakukan rebranding nama dan logo baru. Rebranding ini ditandai dengan perbahan call name Bank DKI menjadi Bank Jakarta.

Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa pemilihan nama “Bank Jakarta” merupakan hasil dari pertimbangan mendalam. Brand Jakarta sudah dikenal luas, bersifat universal, dan memiliki daya resonansi global. Call name ini mencerminkan positioning baru bank daerah yang siap berdiri sejajar dengan lembaga keuangan nasional maupun regional.

“Nama ini bukan hanya singkat dan kuat, tetapi juga membawa aspirasi kolektif warga Jakarta untuk memiliki bank yang mencerminkan identitas kota, sekaligus menjadi bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Gubernur Pramono dalam keterangannya.

Selain call name, Gubernur Pramono juga memperkenalkan logo baru Bank Jakarta, yang tetap menampilkan esensi Monumen Nasional (Monas), namun dengan pendekatan visual yang lebih moderen, yakni tiga garis diagonal tanpa lingkaran pembatas.

“Logo baru ini menyerupai api Monas yang menjulang ke langit—sebuah lambang aspirasi yang terus tumbuh, melampaui batas ruang dan waktu,” tegasnya.

Baca Juga :   Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Sabet Most Popular CFO Awards 2024

Peresmian perubahan call name dan logo ini digelar dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung secara resmi mengumumkan perubahan call name Bank DKI menjadi Bank Jakarta, pada acara peluncuran rebranding nama dan logo baru yang diselenggarakan di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jakarta Selatan.

Perubahan call name ini menandai dimulainya fase baru transformasi PT Bank DKI menuju arah yang lebih moderen, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional dan regional.

Rebranding ini juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam menyiapkan implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, serta roadmap jangka panjang menuju Initial Public Offering (IPO).

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa rebranding ini bukan hanya perubahan visual, tetapi mencerminkan transformasi menyeluruh yang sedang berlangsung di tubuh Bank DKI, yang meliputi penguatan tata kelola, risk management, dan budaya kerja profesional; akselerasi transformasi digital dan integrasi layanan berbasis ekosistem; moderenisasi infrastruktur IT dan peningkatan keamanan siber; dan penguatan fungsi intermediasi, produktivitas kredit, serta akuisisi dana murah secara berkelanjutan.

Baca Juga :   WSBP Hormati dan Pelajari Gugatan Bank DKI sebagai Kreditur, Begini Penjelasannya

“Kami ingin masyarakat Jakarta merasakan bahwa perubahan ini bukanlah kosmetik, tetapi mencerminkan komitmen mendalam untuk menjadi bank yang kuat secara finansial, sehat dalam tata kelola, dan hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat,” Agus.

Adapun pilihan lokasi peluncuran di Taman Literasi Blok M karena merepresentasikan ruang publik yang hidup, inklusif, dan mencerdaskan. Menurut Agus, taman ini menggambarkan esensi dari peran baru Bank Jakarta: memberdayakan, menginspirasi, dan membangun kepercayaan dari akar masyarakat.

Peluncuran diadakan pada siang hari sebagai simbol bahwa transformasi ini hadir di tengah denyut aktivitas kota, bukan dari ruang yang steril. Ini juga sejalan dengan tagline baru Bank Jakarta, yakni “Membangun Masa Depan” — sebuah ajakan kolektif untuk tumbuh bersama, berdaya saing tinggi, dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Sekretaris Perusahaan PT Bank DKI, Arie Rinaldi menjelaskan bahwa penggunaan call name dan logo baru “Bank Jakarta” akan diterapkan secara bertahap, dan dalam masa transisi masih akan digunakan bersama dengan identitas sebelumnya. Semua hubungan hukum dengan nasabah dan mitra tetap berjalan normal dan tidak mengalami perubahan.

Leave a reply

Iconomics