BNI: Jadi Komisioner LPS, Jabatan Suminto sebagai Komisaris BNI Berakhir
Tangkapan layar YouTube, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan Suminto/Iconomics
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyampaikan jabatan Suminto sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan telah berakhir. Pengakhiran jabatan tersebut seiring dengan pengangkatan Suminto sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Sehubungan dengan pengangkatan Suminto (anggota Dewan Komisaris Perseroan) sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ex-officio Kementerian Keuangan, maka jabatan yang bersangkutan sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan berakhir sejak pengangkatan tersebut atau tanggal 8 Oktober 2025. Perseroan memperoleh informasi resmi mengenai pengangkatan dimaksud pada tanggal 9 Oktober 2025, segera setelah pengangkatan dilakukan,” tulis Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Ia juga menyampaikan pengukuhan pengakhiran masa jabatan Suminto akan dilakukan pada RUPS Perseroan terdekat.
Suminto adalah anggota Dewan Komisioner ex-officio Kementerian Keuangan. Ia memulai karir di Kementerian Keuangan sejak 1 Maret 1996. Ia pernah mengemban tugas sebagai Direktur Pembiayaan Syariah, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional, serta Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal. Sejak 1 November 2022 dipercaya sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Ia pernah menjabat Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kepala Sekretariat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta Anggota Pleno dan Steering Committee Financial Stability Board (FSB).
Alumni Universitas Airlangga ini juga memiliki pengalaman luas di bidang keuangan internasional. Antara lain pernah menjabat sebagai Executive Director pada Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Governor dan Chairman of Governing Council International Fund for Agricultural Development (IFAD), G20 Finance Deputy, dan Governor pada OPEC Fund for International Development.