BNI Perkuat Ekosistem Keuangan Digital lewat API dan BNIdirect

BNI memandang layanan keuangan akan semakin terintegrasi dengan proses bisnis pelanggan.
0
13

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat pengembangan layanan keuangan terintegrasi melalui BNIdirect Bisnis, Open Banking API, serta kolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial dan berbagai platform digital.

Strategi tersebut merupakan bagian dari upaya BNI memperluas perannya dalam ekosistem ekonomi digital, dari yang semula berfokus sebagai penyedia produk perbankan menjadi penghubung kebutuhan transaksi nasabah korporasi, usaha kecil dan menengah, serta ritel.

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian Future Finance Jakarta 2026 yang berlangsung di AYANA Midplaza Jakarta belum lama ini. Forum tersebut dihadiri sekitar 200 pengambil keputusan dari industri perbankan, asuransi, teknologi finansial, sistem pembayaran, dan ekosistem digital.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, perbankan tetap memiliki peran penting di tengah pesatnya pertumbuhan platform digital karena ditopang oleh kepercayaan, tata kelola, kepatuhan, dan infrastruktur keuangan yang kuat.

“Bank tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga menjadi mitra strategis yang menghubungkan berbagai pelaku usaha dan platform digital dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Baca Juga :   BNI Gandeng Kemenkes dan Periksa.id Perkuat Ekosisten Kesehatan

Melalui Open Banking API, sistem perbankan BNI dapat terhubung secara aman dengan aplikasi atau platform milik mitra. Integrasi tersebut memungkinkan layanan pembayaran, penerimaan dana, serta berbagai kebutuhan transaksi lainnya diakses langsung melalui platform yang digunakan nasabah.

BNI juga mengembangkan konsep Banking as a Service (BaaS) dengan menyediakan API yang fleksibel, mudah diintegrasikan, dapat dikembangkan seiring pertumbuhan volume transaksi, serta didukung standar keamanan dan ketersediaan layanan yang tinggi.

Pendekatan tersebut memungkinkan layanan perbankan hadir secara langsung dalam aktivitas bisnis pelanggan. Dengan demikian, nasabah tidak selalu harus berpindah ke kanal perbankan untuk bertransaksi atau mengakses layanan keuangan.

Dalam sesi diskusi Future Finance Jakarta 2026, Wholesale Transaction Digital Channel Division Head BNI Efransyah Mudani turut memaparkan strategi perseroan dalam merespons perubahan perilaku nasabah melalui pengembangan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor industri.

Ke depan, BNI memandang layanan keuangan akan semakin terintegrasi dengan proses bisnis pelanggan. Pemanfaatan kecerdasan artifisial juga diproyeksikan mampu membantu bank menghadirkan layanan yang lebih personal, efisien, dan berbasis data.

Baca Juga :   Idul Fitri 2023, Aktivitas Remitansi Harian BNI Meningkat Pesat

“BNI menempatkan diri sebagai fondasi kepercayaan, penghubung ekosistem, sekaligus penyedia layanan keuangan terintegrasi melalui API untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang semakin terkoneksi dan inklusif,” kata Okki.

Melalui penguatan BNIdirect Bisnis, Open Banking API, dan kemitraan digital, BNI berupaya menjaga relevansi layanannya di tengah perubahan kebutuhan nasabah. Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperluas konektivitas antarpelaku usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics