Bagian dari Konsolidasi, BP BUMN Akan Tempatkan Pelita Air di Bawah Garuda Indonesia Group
BP BUMN berencana menjadikan Pelita Air bagian dari Garuda Indonesia Group. Rencana tersebut bagian dari konsolidasi perusahaan BUMN yang lebih solid, efisien, dan berdaya saing.
Kepala BUMN Dony Oskaria mengatakan, Garuda Indonesia akan menjadi holding maskapai BUMN. Dan, konsolidasi tersebut dinilai dapat memperkuat kapasitas maskapai BUMN dalam menghadapi persaingan industri penerbangan.
“Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” kata Dony dalam keterangan resminya pada Jumat (24/7).
Selanjutnya, kata Dony, industri penerbangan merupakan bisnis yang membutuhkan ketelitian tinggi, dan pengambilan keputusan yang cepat di setiap aspek operasional.
“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan,” ujar Dony.
Selaras dengan hal itu, kata Dony, BP BUMN dan Danantara pun mendorong peningkatan standar layanan Garuda Group secara menyeluruh. Peningkatan dilakukan melalui layanan pre-flight, in-flight, hingga post-flight.
Pengaturan layanan, kata Dony, juga dilakukan melalui integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman dalam kabin, dan standar pelayanan awak pesawat.
Kemudian, kata Dony, meningkatkan kualitas katering, hingga penguatan program loyalitas pelanggan, serta pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, BP BUMN berharap Garuda Group mampu menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing sebagai pemain utama di tingkat regional.
“Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” ujar Dony.