WIKA Beton Dapatkan Kontrak Baru Senilai Rp 2,27 T hingga Juli 2026
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mendapat kontrak baru sebesar Rp 2,27 triliun hingga Juli 2026. Sektor infrastruktur mendominasi kontrak baru itu, mencapai 58,83%, dan swasta sebesar 37,70%.
Corporate Secretary WIKA Beton Ignatius Harry mengatakan, pihaknya juga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 1,48 triliun. Pendapatan usaha berasal dari lini bisnis produk beton putar sebesar 47,9%, non-putar 34,4%, konstruksi 13,3%, dan jasa 4,4%.
Untuk menjaga keberlanjutan dan kelancaran bisnis di masa depan, kata Ignatius, WIKA Beton fokus pada penguatan tata kelola, pengendalian risiko bisnis, dan menciptakan nilai melalui inovasi, serta solusi bagi pemangku kepentingan.
“Sekaligus mengarahkan perusahaan untuk merambah pasar global, seperti keterlibatan perusahaan pada Metro Manila Subway di Filipina,” kata Ignatius dalam keterangan resminya pada Rabu (9/9).
Sejalan dengan ekspansi itu, lanjut Ignatius, perusahaan menerapkan prinsip keberlanjutan melalui efisiensi lean manufacturing, pemanfaatan energi terbarukan, hingga penyediaan informasi pada ESG dashboard.
WIKA Beton, ujar Ignatius, memastikan tata kelola yang baik, dan akuntabel lewat implementasi sistem manajemen anti-penyuapan versi terbaru yakni ISO 37001:2025.
Kemudian, kata Ignatius, WIKA Beton menjadikan sinergi untuk memperkuat daya saing, dan kapabilitas talenta. Upaya itu diproyeksikan akan meyakinkan publik pada pertumbuhan jangka panjang WIKA Beton.
“Penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan akan terus dipacu melalui optimalisasi bisnis yang nantinya akan memberikan dampak positif bagi kinerja WIKA Beton sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN,” ujar Ignatius.