Jasa Marga Cetak Laba Bersih Rp 1,91 T di Semester I/2026, Naik 2,0% YoY
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencetak kinerja keuangan positif pada Semester I/2026. Laba bersih, misalnya, diatribusikan kepada induk sebesar Rp 1,91 triliun, atau tumbuh 2,0% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama di 2025.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, pihaknya mencatat ditandai laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) margin pada level 67,8%, dan pendapatan usaha sebesar Rp 10,31 triliun, naik 7,6% yoy.
Selain itu, kata Rivan, profil risiko utang pun tetap terkendali dengan rasio utang terhadap ekuitas pada level 1,2 kali, rasio cakupan bunga (ICR) tumbuh 3,9 kali. Jasa Marga pun menjaga kewajiban finansial, sekaligus mempertahankan ruang untuk melanjutkan agenda investasi strategis, dan pengembangan bisnis.
“Kami melihat prospek bisnis Jasa Marga ke depan tetap positif. Dengan fundamental bisnis dan kondisi financial yang sehat, menjadi fondasi yang kuat untuk terus mengoptimalkan portofolio aset, sekaligus mencetak pertumbuhan nilai yang berkelanjutan (value creation),” ujar Rivan dalam keterangan resminya pada Rabu (9/9).
Dengan kapasitas bisnisnya, kata Rivan, Jasa Marga memiliki portofolio bisnis dan jaringan yang saling terhubung. Pendekatan itu membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan utilisasi jaringan, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi pada koridor yang dilaluinya.
“Kami melihat jaringan jalan tol sebagai sebuah network dengan value besar saat dikelola secara terintegrasi, yang dapat memperkuat hubungan antara pusat aktivitas ekonomi, kawasan industri, simpul logistik, maupun destinasi wisata, sehingga menciptakan peluang pertumbuhan baru di sepanjang jaringan,” ujar Rivan.
Memasuki Semester II/2026, kata Rivan, Jasa Marga berkomitmen terus menjaga keseimbagnan antara akselerasi konektivitas infrastruktur, dan ketahanan neraca keuangan. Seluruh upaya Jasa Marga akan diarahkan untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan tol, dan masyarakat.
“Kami juga ingin memastikan Jasa Marga tetap menjadi pilihan investasi yang terpercaya bagi pasar modal, serta setiap value creation dari aktivitas bisnis Perseroan dapat menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pengguna jalan, mitra usaha, masyarakat, dan perekonomian Indonesia,” ujarnya.