Pertamina Jalankan Strategi Pertumbuhan Ganda, Pengamat: Langkah Tepat
PT Pertamina (Persero) menjalankan strategi pertumbuhan ganda untuk memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi. Upaya itu dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah konflik geopolitik global yang mengganggu rantai pasok, dan mendorong harga komoditas energi.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, strategi itu berjalan melalui 2 jalur. Pertama memaksimalkan bisnis yang sudah ada, khususnya dalam penyediaan energi berbasis minyak bumi, dan gas (migas).
Kedua, lanjut Baron, membangun bisnis rendah karbon melalui pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), serta berbagai teknologi rendah karbon. Pendekatan pertumbuhan ganda dinilai penting lantaran transisi energi tidak bisa dilakukan dengan mengabaikan kebutuhan energi saat ini.
“Bagi Pertamina, transisi energi bukan hanya mengenai bagaimana menurunkan emisi, tetapi juga memastikan bahwa Indonesia memiliki sumber energi yang semakin beragam, berkelanjutan, dan berasal dari potensi dalam negeri,” kata Baron dalam keterangan resminya pada Rabu (9/9).
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai, strategi pertumbuhan ganda yang dilakukan Pertamina merupakan langkah yang tepat. Sebab, Pertamina perlu menjaga bisnis yang selama ini menjadi fondasi perusahaan. Pertamina juga perlu menyiapkan sumber pertumbuhan baru seiring perubahan lanskap energi.
Selain itu, kata Faisal, bisnis minyak dan gas harus dipertahankan karena kedua sektor itu berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Namun, pada saat yang sama, Pertamina dapat mengantisipasi tantangan energi jangka panjang.
Untuk itu, kata Faisal, pengembangan EBT menjadi langkah yang penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis, sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
“Harus mencari sumber lain di luar migas untuk yang kaitannya dengan energi, untuk mendorong ketahanan energi dan memenuhi kebutuhan domestik yang semakin terus mengalami peningkatan sejalan dengan upaya juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Faisal.