PTPP Catatkan Kontrak Baru Senilai Rp9,65 Triliun Hingga Juni 2024

0
56
Reporter: Rommy Yudhistira

PT PP (Persero) Tbk mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp9,65 triliun hingga periode Juni 2024 atau kuartal II tahun 2024. Angka tersebut meningkat 102% jika disandingkan dengan pencapaian kuartal I 2024 yang mencapai Rp4,9 triliun.

Senior Vice President Head of Corporate Secretary PT PP, Joko Raharjo mengatakan secara mayoritas PT PP memegang proyek infrastruktur dan proyek gedung.

“Jadi karena di tahun 2024 awal itu masih terkait isu pemilu, situasi di awal semester I ini memang kalau dibanding dengan tahun lalu masih konservatif. Tapi kalau kita pencapaian memang kuartal II (2024) ini kita mulai naik. Dan itu akan meningkat lagi di triwulan III dan IV,” kata Joko dalam acara media gathering PT PP di Jakarta, Rabu (10/07/2024).

Khusus untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), Joko mengatakan PT PP menerima total nilai kontrak sebesar Rp11,96 triliun dari awal pembangunan IKN hingga Juni 2024.

“Itu total yang di IKN per Juni. Total nilai kontrak di IKN dari awal sampai dengan saat ini,” ucapnya.

Baca Juga :   OJK: Kami Bukan Pengawas Asabri

Dari sisi progres pembangunan, Joko menjelaskan pihaknya telah menyelesaikan 3 dari 16 proyek yang ditangani. Adapun beberapa proyek yang dijalankan oleh PP di IKN meliputi proyek pembangunan Istana Presiden, Kantor Presiden, lapangan upacara, Gedung Kementerian Sekretariat Negara, jalan akses masjid IKN, dermaga logistik IKN, dan rumah susun untuk aparatur sipil negara (ASN). Kemudian jalan tol IKN, jalan sisi Kebangsaan Sumbu Barat, kawasan inti pemerintahan pusat 1 dan 2.

“Untuk agenda upacara 17 Agustus yang dipakai itu di Istana Negara sama Kantor Presiden. Untuk Istana Presiden sendiri saat ini progres sudah hampir sekitar 80%, kemudian untuk Kantor Presiden 90%,” ujarnya.

Joko mengatakan bahwa pihaknya optimistis dapat menyelesaikan seluruh proyek IKN sesuai dengan target yang direncanakan. PP sendiri ditargetkan menyelesaikan proyek IKN pada Oktober 2024 mendatang.

“Namun secara progres di lapangan kita sudah melakukan percepatan yang mana intinya untuk kesiapan upacara 17 agustus itu bisa dilakukan di sana. Kalau untuk ruang-ruangan khusus yang terkait dengan kesiapan acara 17 Agustus, ruang RI 1, ruang penyambutan tamu dari luar negeri, itu sudah disiapkan,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics