Setelah Pertimbangkan Kondisi Global, Pertamina Targetkan Lifting Migas Naik 3% di Akhir 2025
PT Pertamina (Persero) Tbk memproyeksikan lifting minyak dan gas bumi (migas) naik sebesar 3% pada akhir 2025. Target lifting migas itu telah mempertimbangkan tantangan, dan dinamika global yang terjadi.
Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin mengatakan, pihaknya mencatat adanya penurunan alami produktivitas migas (natural declining) sebesar 21% per tahun.
“Tentunya secara oil equivalent per day proyeksi di akhir 2025 ini diperkirakan naik 3% dibandingkan yang sekarang,” kata Jaffee di Komisi XII DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/6).
Masih soal migas, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tri Winarno menambahkan, realisasi lifting minyak bumi hingga Mei 2025 sebesar 568 ribu barel minyak per hari, dari target 605 ribu barel minyak per hari (BOPD). Kemudian, realisasi lifting gas bumi sebesar 5.530 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Kemudian, kata Tri, pemerintah menargetkan lifting minyak sebesar 600-610 ribu BPOD. Sedangkan untuk gas bumi, kata Tri, pihaknya menargetkan pencapaian sebesar 5.338-5.695 MMSCFD.
“Adapun untuk target tahun 2026, mungkin nanti bareng-bareng kita lakukan pembahasan terkait dengan hal ini,” ujar Tri.
Untuk mencapai target tersebut, kata Tri, pemerintah melakukan beberapa strategi seperti optimalisasi lapangan produksi, reaktivitas sumur dan lapangan yang sudah tidak produksi. Hal itu akan dilakukan oleh kontraktor kontrak kerja sama atau dengan mitra yang diatur dalam peraturan yang berlaku.
“Sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, serta eksplorasi migas,” tambah Tri.