Rencana Konsolidasi Perusahaan Asuransi Milik BUMN dan Afiliasinya, Dirut PertaLife; “Sekarang Masih Belum Ada Arahan”
Direktur Utama PT Perta Life Insurance (PertaLife Insurance) Hanindio W. Hadi/Foto: Theiconomics.com
Direktur Utama PT Perta Life Insurance (PertaLife Insurance) Hanindio W. Hadi menyatakan sejauh ini belum ada arahan dari pemegang saham terkait rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk melakukan konsolidasi perusahaan-perusahaan asuransi BUMN dan afiliasinya.
“Saya tinggal follow saja instruksi dari atasan. Kalau sekarang masih belum ada arahan,” ujar Hanindio kepada wartawan saat ditemui di sela-sela perayaan 40 tahun PertaLife di Grha Pertamina, Jakarta Pusat, Rabu (2/7).
PertaLife adalah adalah perusahaan asuransi yang 71,39% sahamnya dimiliki oleh Dana Pensiun Pertamina. Pemegang saham lainnya adalah PT Timah Tbk yaitu sebesar 27,83% dan Kementerian Keuangan sebanyak 0,78%.
Dengan komposisi kepemilikan saham tersebut, Hanindio mengaku belum mengetahui apakah PertaLife juga bakal dikonsolidasikan dengan perusahaan asuransi BUMN lainnya.
“Masih belum ada kajian dan segala macam. Jadi, kita menunggu arahannya saja,” ujarnya.
Ia mengaku, wacana konsolidasi tersebut memang sempat disinggung dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 26 Juni 2025. Namun, Hanindio tak mengungkapkan isi pembicaraan tersebut.
Yang pasti, kata dia, saat ini perusahaan berjalan seperti biasa saja.
“Sepanjang belum ada arahan kita business as usual saja,” ujarnya.
Ditanya mengenai kemungkinan konsolidasi dilakukan setelah PertaLife merger dengan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance, ia mengatakan memang sempat ada arahan dari direksi PT Pertamina (Persero) mengenai rencana merger dengan Tugu Insurance itu.
“Sempat dapat arahan dari BOD Pertamina untuk melakukan pengalihan saham dari Dapen untuk divestasi, tetapi kita sekali lagi posisinya adalah objeknya. Kita sekarang tunggu saja,” ujarnya.
“Sepertinya sih tidak bisa terealisasi dalam waktu dekat (merger dengan Tugu Insurance), karena nggak nemu angkanya. Jadi, mungkin nggak dalam waktu dekat,” tambahnya.
Tugu Insurance merupakan perusahaan asuransi yang 58,5% sahamnya dimiliki oleh PT Pertamina (Persero).