BTN Siap Biayai Apartemen Milik KAI di Stasiun Manggarai

Komitmen pembiayaan apartemen di Stasiun Manggarai tersebut juga sejalan dengan strategi BTN memperkuat bisnis perumahan sekaligus memperluas sumber pertumbuhan melalui strategi Beyond Mortgage.
0
13

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyatakan komitmennya untuk membiayai pembangunan apartemen yang dikembangkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, proyek apartemen di kawasan transportasi tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan hunian perkotaan yang tengah didorong perseroan untuk mendukung program pemerintah di sektor perumahan.

“Kita sudah komit ikut membiayai apartemen Manggarai yang di stasiun kereta,” kata Nixon dalam Public Expose Live BEI 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Ia berharap KAI bisa segera memulai proses pembangunan proyek tersebut.

Menurut Nixon, harga jual apartemen tersebut relatif terjangkau.

“Harganya murah, 500-600 juta per unit,” ujarnya.

Nixon menilai pengembangan hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi publik atau Transit-Oriented Development (TOD) dapat menjadi salah satu model masa depan perumahan di kota-kota besar.

Selain menjawab kebutuhan hunian di kawasan perkotaan, model tersebut dinilai memiliki prospek bisnis yang menarik bagi perbankan.

Ia menjelaskan, pembiayaan apartemen  dapat memberikan tingkat imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dibandingkan pembiayaan rumah tapak (landed) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Baca Juga :   Syarat Khusus Naik Kereta Jarak Jauh Keberangkatan 14 Maret

Nixon menyebut bunga pembiayaan apartemen berada di level 6%, sementara pembiayaan FLPP rumah tapak berada di level 5%. Dengan struktur pendanaan yang sama, yakni 75% berasal dari pemerintah dan 25% disiapkan bank, selisih tingkat bunga tersebut memberikan yield yang lebih tinggi bagi bank.

“Jadi dengan struktur yang sama, yield lebih tinggi 1%, kita pasti akan dorong pertumbuhan rumah di daerah urban yang high-rise,” ujarnya.

Menurut Nixon, pengembangan hunian vertikal dengan harga terjangkau, khususnya di kawasan yang terintegrasi dengan transportasi (TOD), berpotensi berkembang masif seiring meningkatnya kebutuhan hunian di kota-kota besar.

Strategi Beyond Mortgage

Komitmen pembiayaan apartemen di Stasiun Manggarai tersebut masih sejalan dengan strategi BTN memperkuat bisnis perumahan sekaligus memperluas sumber pertumbuhan melalui strategi Beyond Mortgage.

BTN menargetkan porsi kredit non-perumahan mencapai sekitar 30% dari total kredit pada 2030, meningkat dari 20,4% pada Juni 2026 dan 18% pada akhir 2025.

Meski memperluas bisnis di luar kredit perumahan, Nixon menegaskan BTN tidak meninggalkan sektor yang menjadi kompetensi utamanya.

Baca Juga :   Kinerja Keuangan BTN Kuartal I Melambung

“BTN tetap menjadi bank yang fokus pada sektor perumahan. Namun, kebutuhan nasabah tidak berhenti ketika mereka memiliki rumah. Melalui Beyond Mortgage, kami ingin hadir lebih luas dalam kebutuhan finansial nasabah sekaligus masuk ke ekosistem-ekosistem baru yang memiliki potensi bisnis besar,” ujar Nixon.

Hingga Juni 2026, BTN telah bekerja sama dengan 59 pemerintah daerah, 57 universitas, serta 26 rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan juga mulai memperluas penetrasi ke ekosistem pariwisata melalui transaksi di merchant, kuliner, resor, properti hingga kawasan wisata.

Di sisi digital, hingga Juni 2026 balé by BTN telah memiliki 4,3 juta pengguna, sementara balé Korpora digunakan sekitar 25.700 pengguna. Ekosistem BTN juga mencakup lebih dari 344.000 merchant, lebih dari 11.000 developer, serta sekitar 439.000 rekening payroll.

Ekspansi tersebut tetap berjalan berdampingan dengan penguatan bisnis perumahan, termasuk melalui pengembangan model hunian baru seperti apartemen di kawasan transportasi.

“Jadi, Beyond Mortgage bukan berarti kami bergeser dari perumahan. Housing tetap menjadi DNA BTN. Yang kami lakukan adalah memperbesar ekosistem di sekelilingnya sehingga hubungan BTN dengan nasabah menjadi semakin luas, baik individu, institusi maupun korporasi,” ujar Nixon.

Leave a reply

Iconomics