PT Timah Bukukan Pendapatan Rp 10,42 T di Semester I/2026, Naik 147% YoY
PT Timah (Persero) membukukan pendapatan sebesar Rp 10,42 triliun pada Semester I/2026. Pencapaian itu meningkat 147% dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp 4,22 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fina Eliani menjelaskan, lonjakan pendapatan berdampak positif pada pencapaian laba bersih perusahaan yang tembus Rp 2,71 triliun. Peningkatan itu didorong oleh kenaikan volume penjualan, dan meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di tengah kondisi pasar yang masih kondusif.
“Dari sisi EBITDA dibukukan sebesar Rp 3,9 triliun, naik 363% dibandingkan tahun lalu, dan sudah melampaui RKAP full year tahun 2026,” kata Fina dalam public expose daring pada Kamis (10/9).
Dari sisi aset, kata Fina, total aset milik Timah mencapai Rp 16,4 triliun, naik 21% secara tahunan (yoy). Kenaikan aset dari sisi kas dan setara kas dari Rp 1,7 triliun, menjadi Rp 4 triliun.
Kemudian, lanjut Fina, Timah mencatat kenaikan liabilitas 13% menjadi Rp 5,9 triliun. Peningkatan itu didorong dari pembayaran utang dividen pada Juli lalu sebagaimana hasil RUPS 12 Juni 2026.
“Kenaikan aset dan liabilitas juga diikuti kenaikan ekuitas menjadi Rp 10,5 triliun, jika dibandingkan akhir tahun lalu,” ujar Fina.
Sementara itu, Direktur Produksi dan Komersial Timah Ilhamsyah Mahendra menambahkan, tingginya permintaan industri semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), pusat data, dan transisi energi, menjadikan timah sebagai komoditas strategis.
Untuk memanfaatkan kondisi itu, kata Ilhamsyah, Timah memperkuat kegiatan eksplorasi darat dan laut. Timah mencatat total sumber daya timah sebesar 798 ribu ton, dan cadangan timah 312 ribu ton sn.
“Melihat capaian Semester I/2026 dari sisi penjualan dan kinerja operasi, perseroan sangat optimistis produktivitas akan terus tumbuh konsisten hingga akhir 2026. Momentum kenaikan harga komoditas global saat ini juga menjadi stimulus kuat yang ikut mendorong pertumbuhan laba bersih secara signifikan,” kata Ilhamsyah.