Yaqut Tak Hadir, Dito: Jokowi Spontan Minta Kuota Haji ke Raja Saudi

0
7
Reporter: Wisnu Yusep

Kesaksian mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo membuka titik penting dalam perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan. Dito mengungkapkan Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, tidak hadir ketika Presiden Joko Widodo bertemu dengan Raja Arab Saudi.

Lebih menarik lagi, Dito menyebut permintaan tambahan kuota haji disampaikan Jokowi secara spontan dalam pertemuan tersebut. Saat permintaan itu disampaikan, angka 20 ribu kuota tambahan disebut belum muncul.

Fakta tersebut terungkap dalam pemeriksaan Dito sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/09/2026).

Kuasa Hukum Yaqut, Mellisa Anggraini mulanya mengonfirmasi apakah benar Dito mendampingi Jokowi dalam pertemuan dengan Raja Arab Saudi dan tanpa kehadiran Yaqut selaku menteri agama.

“Betul,” jawab Dito ketika ditanya mengenai pertemuan tersebut.

Namun, ketika ditanya mengenai keberadaan Yaqut, Dito membenarkan bahwa Menteri Agama tidak hadir. Dalam kondisi tidak adanya menteri teknis, kata Dito, urusan tersebut biasanya diwakili Menteri Luar Negeri.

“Kalau lagi dengan pertemuan bilateral, ada sub-sektor untuk tindak lanjut. Kalau tidak ada menteri teknis yang ikut, itu diwakili oleh Menteri Luar Negeri,” kata Dito.

Mellisa kemudian mengejar alasan ketidakhadiran Yaqut. Apakah karena berhalangan, memiliki agenda lain, atau memang tidak diikutsertakan dalam pertemuan tersebut?

Namun, Dito tidak bisa memastikan. “Mungkin, saya nggak tahu pasti,” ujarnya.

Baca Juga :   Pemilik Maktour Minta Pemeriksaan Kasus Kuota Haji Dijadwal Ulang, Apa Respons KPK?

Ketiadaan Yaqut menjadi sorotan karena pembahasan menyangkut kuota haji secara teknis berada dalam lingkup Kementerian Agama. Namun, menurut Dito, permintaan tambahan kuota justru muncul spontan dalam pertemuan Jokowi dengan Raja Arab Saudi.

Mellisa pun lantas menanyakan apakah sebelum pertemuan tersebut ada pembicaraan dengan Presiden Jokowi ketika itu mengenai hal-hal yang akan diminta kepada pihak Arab Saudi.

“Apakah sebelum menghadiri pertemuan kuota tambahan itu sebelumnya ada diskusi dulu dengan Presiden terkait nanti kita akan minta ini, ini, ini, atau spontan saja pada saat pertemuan itu?” tanya Mellisa.

“Spontan saja,” jawab Dito.

Dito menggambarkan suasana pertemuan berlangsung cair dalam jamuan makan siang. Raja Arab Saudi, kata dia, kemudian menanyakan hal-hal yang perlu dikonkretkan dalam hubungan kedua negara. Dalam momentum itulah pembahasan mengenai kuota haji muncul.

“Pertemuan sangat bagus, raja juga bahagia. Jadi raja menanyakan setelah ini apa saja yang harus dikonkretkan,” kata Dito.

Menurut Dito, kerja sama Indonesia dan Arab Saudi sebenarnya mencakup banyak hal. Bahkan, terdapat nota kesepahaman (MoU) yang telah berjalan selama sekitar 14 tahun dan masih banyak yang belum terlaksana.

“Jadi poin-poinnya banyak sebenarnya, tidak hanya kuota pelayanan haji saja. Terkait dengan kuota tambahan itu hanya salah satu diantaranya,” ujar Dito.

Kesaksian Dito menjadi semakin penting ketika Mellisa selaku kuasa hukum Yaqut kembali menggali asal-usul angka 20 ribu kuota haji tambahan.

Baca Juga :   KPK Menduga Stafsus Menteri Agama Yaqut Tahu Banyak Soal Pembagian Kuota Haji Tambahan 2024

Dito menegaskan angka itu belum ada ketika Jokowi menyampaikan permintaan kepada Raja Arab Saudi.

“Pada saat permintaan itu angka 20 ribu ini belum muncul?” tanya Mellisa.

“Belum,” jawab Dito.

Mellisa pun kembali memastikan apakah angka 20 ribu kuota haji tambahan itu sudah ada ketika pertemuan Jokowi dengan Raja Saudi berlangsung.

“Belum,” kata Dito.

Menurut Dito, informasi mengenai tambahan 20 ribu kuota baru didengarnya setelah pertemuan itu. Pertemuan kemudian dilanjutkan oleh Menteri Luar Negeri.

“Sehari setelahnya setelah pertemuan makan itu yang saya sampaikan tadi, pertemuannya dilanjutkan oleh Bu Menteri Luar Negeri dan yang saya dengar diinfokan seperti itu,” ujar Dito.

Artinya, berdasarkan pengetahuan Dito, permintaan Jokowi dan angka 20 ribu merupakan dua momentum yang berbeda. Jokowi lebih dulu meminta tambahan kuota secara spontan, sementara angka 20 ribu baru diketahui setelahnya berdasarkan informasi dari pihak Arab Saudi.

Dito pun menepis adanya arahan Presiden Jokowi ketika itu mengenai pembagian kuota tambahan itu. Mellisa pun menanyakan apakah Jokowi saat itu memberikan arahan mengenai proporsi pembagian kuota, termasuk pembagian antara haji reguler dan haji khusus.

Nggak ada. Tidak ada sama sekali,” tegas Dito.

Tak hanya itu, Dito juga menyatakan tidak ada pembahasan bahwa kuota tambahan akan diarahkan kepada haji khusus dengan alasan menggerakkan perekonomian setelah pandemi Covid-19.

Baca Juga :   Riuh Kasus Kuota Haji Yaqut, KPK Anggap Sebagai Amunisi Dukungan Rakyat

“Tidak ada,” katanya.

Dito bahkan mengaku tidak mengetahui apakah permintaan kuota haji tambahan itu secara spesifik ditujukan untuk jemaah haji reguler atau haji khusus.

“Saya nggak paham,” ujarnya.

Mellisa pun kemudian mengaitkan persoalan kuota haji tambahan dengan Fuad Hasan Masyhur, yang merupakan mertua Dito dan juga pemilik PT Maktour Travel.

Dito ditanya Mellisa apakah dirinya mengetahui adanya keinginan Fuad untuk memperoleh tambahan kuota atau mendapatkan proporsi lebih besar dari kuota tambahan. Namun, Dito mengaku tidak memahami itu.

“Saya tidak memahami,” jawab Dito.

Dito mengatakan, ketika Fuad kemudian menghubunginya selapas pulang dari Arab Saudi, dia justru menyarankan agar persoalan teknis ditindaklanjuti melalui Kementerian Agama.

“Makanya waktu beliau (Fuad) telepon saya sampaikan nanti ditindaklanjuti di Kementerian Agama, karena saya nggak memahami teknis,” katanya.

Dito juga menegaskan telepon Fuad tersebut terjadi setelah pidato Presiden Jokowi dan pemberitaan mengenai tambahan kuota, bukan sebelum Jokowi bertemu Raja Arab Saudi.

“Setelah berita itu keluar. Setelah pidato, bukan pada saat di Saudi,” ujar Dito.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics