Dirut Pertamina Sebut Revisi UU Migas Memperkuat Swasembada dan Keberlanjutan Energi
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri/Dok. Pertamina
Direktur utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyebut Revisi Undang-Undang Minyak dan Gas (RUU Migas) menjadi solusi strategis yang tidak hanya merevisi aturan, tetapi berpotensi menjadi lokomotif transformasi energi nasional. Hal tersebut disampaikan Dirut Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI belum lama ini.
Menurut Simon, regulasi baru ini sangat penting untuk memastikan hasil yang cepat dan terbaik. Ia mengatakan RUU Migas memiliki tujuan yang jelas, memperkuat upaya menuju swasembada energi, memastikan Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, sekaligus menciptakan multiplier effect, mendorong iklim investasi, ketahanan dan keberlanjutan energi, transisi energi.
“Dengan regulasi yang tepat, kita dapat mengubah tantangan menjadi peluang dan tentunya dapat menjadikan energi sebagai pilar kedaulatan bangsa,” kata Simon.
Ia menambahkan Pertamina berkomitmen memastikan bahwa setiap tetes migas yang dihasilkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia.
“RUU Migas adalah solusi strategis menuju swasembada energi dengan hasil cepat, terbaik dan selamat,” kata Simon.
Adapun Pertamina, di tahun 2025 ini, Pertamina diproyeksikan akan membukukan pendapatan sebesar US$68 miliar atau setara dengan Rp1.127 triliun dengan capaian laba bersih diproyeksikan sebesar US$3,3 miliar atau setara dengan Rp54 triliun.
Adapun kontribusi Pertamina kepada negara melalui pendapatan negaga bukan pajak (PNBP), pajak dan dividen sampai dengan September 2025 mencapai Rp262 triliun.
Dari sisi operasional, hingga 31 Oktober 2025, produksi migas tetap terjaga diatas 1 juta MBOEPD, Yield Valuable Kilang mencapai level tertinggi lebih dari 83%, volume penjualan menembus lebih dari 100 juta KL, volume niaga gas tetap stabil di atas 300 juta MMBTU, volume kargo Pertamina International Shipping tumbuh 8%, dan produksi listrik diproyeksikan mencapai 8,4 GWh.