Lebih Memilih Makan di Rumah Jadi Perilaku Baru Konsumen Saat Covid-19
Tim R&D Yummybox menambah varian minuman yang berbasis jahe, kunyit, dan rempah- rempah sebagai opsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh/Yummybox
Sebagian besar konsumen yang berada pada 11 negara Asia memprioritaskan makan di rumah. Fenomena tersebut ditemukan dalam Studi Nielsen “COVID-19 Where Consumers Are Heading?” yang menelusuri sentimen konsumen terhadap wabah virus corona, perubahan gaya hidup dan belanja pada kategori fast moving consumer goods(FMCG).
Nielsen menyebutkan tren ini paling tinge terjadi di Tiongkok. Sebanyak 86% konsumen Tiongkok yang mengatakan mereka akan lebih sering makan di rumah bila dibandingkan sebelum ada wabah Covid-19. Negara lain di wilayah Asia yang menunjukkan tren serupa adalah Hong Kong (77% dari konsumen), diikuti oleh Korea Selatan, Malaysia dan Vietnam (masing-masing 62%).
![]()
Di Indonesia, 50% konsumen menyatakan akan mengurangi aktivitas hiburan di luar rumah, 30% merencanakan untuk lebih sering berbelanja online,dan 46% akan mengurangi makan di luar. Di sisi lain 49% konsumen menjadi lebih sering memasak di rumah dan hal ini mendorong kenaikan pertumbuhan penjualan bahan pokok dan produk-produk segar seperti telur (+26), daging (+19%), daging unggas (+25%) serta buah dan sayur (+8%).
“Dengan berkurangnya aktivitas di luar rumah, perencanaan belanja melalui online serta memasak di rumah akan menjadi kegiatan yang lebih sering dilakukan oleh konsumen Indonesia. Ini yang mendorong peningkatan kebutuhan akan produk bahan baku dan segar.“ kata Dede Patmawidjaja, Managing Director Nielsen Connect Indonesia yang dikutip dari siaran pers tertulis.
Adanya dorongan konsumen yang mulai mempersiapkan kebutuhan makanan seharian mereka di rumah, kategori produk seperti bumbu masak (+44%) menunjukkan pertumbuhan penjualan tertinggi di ritel jika dibandingkan dengan kategori produk lainnya.