PalmCo Catat Rasio-rasio Keuangan Tahun 2025 Melampaui Target

0
40

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo membukukan Return on Asset (ROA) unaudited sebesar 7,9% pada tahun buku 2025. Adapun pada tahun 2024 sebesar 5,3%. Realisasi 7,9% itu jauh di atas target awal perusahaan yang dipatok sebesar 4,9%.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa menilai capaian tersebut bukan semata didorong oleh pergerakan harga komoditas sawit, melainkan hasil dari pembenahan struktural yang konsisten.

“Kenaikan ROA dari 3,88% pada 2023 menjadi 7,90% di 2025 menunjukkan adanya perbaikan fundamental yang berkelanjutan. Strategi peremajaan tanaman dan ketepatan investasi, digitalisasi operasional, serta efisiensi biaya mulai berdampak langsung pada kualitas dan produktivitas aset,” kata Jatmiko dalam keterangannya.

Penguatan kinerja PalmCo ini relevan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan efisiensi dan produktivitas aset BUMN. Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya BUMN tidak hanya besar dari sisi penguasaan aset, tetapi juga mampu menghasilkan laba yang sepadan dengan standar korporasi global. ROA menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur hal tersebut.

Baca Juga :   Menelusuri Kisah Benny Tjokro, Hanson dan Jiwasraya

“Kami memahami mandat pemerintah agar setiap aset negara memberi nilai tambah ekonomi. Posisi saat ini memberi keyakinan bahwa target ROA 10% bukan hal yang mustahil, bahkan berpeluang dicapai lebih cepat dari peta jalan yang ditetapkan,” kata Jatmiko.

PalmCo juga menyebut Return on Invested Capital (ROIC) perusahaan pada 2025 tercatat sebesar 17,10%. Angka ini meningkat 34% dibandingkan 2024 yang berada di level 12,73%, dan jauh lebih tinggi dibandingkan capaian 2023 sebesar 8,17%.

Realisasi ROIC tersebut melampaui target awal perusahaan sebesar 12,22%. Dalam industri perkebunan yang dikenal padat modal, ROIC di atas 17% mengindikasikan efektivitas pengalokasian belanja modal dan keberhasilan menekan biaya modal.

Menurut Jatmiko, manajemen berupaya memastikan setiap investasi ditempatkan pada sektor dengan imbal hasil tinggi, seperti intensifikasi lahan serta penguatan sektor hilir.

“ROIC yang baik menunjukkan bahwa pertumbuhan PalmCo dijalankan dengan disiplin. Ekspansi dilakukan secara terukur, dengan kualitas belanja modal yang akuntabel,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics