Utang Luar Negeri Turun di April 2024, Simak Posisi Utang Pemerintah dan Swasta

0
15

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2024 menurun. Bank Indonesia (BI) menyampaikan posisi ULN Indonesia pada April 2024 tercatat sebesar US$398,3 miliar atau turun dibandingkan dengan posisi ULN pada Maret 2024 yang sebesar US$404,8 miliar.

ULN Indonesia mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar 1,5% secara tahunan (yoy) pada April 2024, setelah tumbuh sebesar 0,2% (yoy) pada Maret 2024.

Posisi ULN pemerintah pada April 2024 tercatat sebesar US$189,1 miliar atau turun dibandingkan dengan posisi pada bulan Maret 2024 sebesar US$192,2 miliar. Secara tahunan, ULN pemerintah mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,6% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi 0,9% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Penurunan posisi ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh penyesuaian penempatan dana investor nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen investasi lain seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global.

Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara fleksibel dan oportunistik dalam aspek timing, tenor, currency, dan instrumen untuk mendapatkan pembiayaan yang paling efisien dan optimal.

Baca Juga :   Goodbye Dollar AS, BI dan Bank of Korea Teken Kerja Sama LCS

Pemanfaatan ULN pemerintah terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor prioritas yang diantaranya mencakup Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial atau setara 20,9% dari total ULN pemerintah; Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib setara 18,6%; Jasa Pendidikan setara 16,8%; Konstruksi setara 13,6%; serta Jasa Keuangan dan Asuransi setara 9,6%.

BI menyebut posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98% dari total ULN pemerintah.

Demikian juga dengan ULN swasta yang menurun. Posisi ULN swasta pada April 2024 tercatat sebesar US$195,2 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan US$198,0 miliar pada Maret 2024. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan yang lebih dalam, dari sebesar 1,3% (yoy) menjadi 2,9% (yoy) pada April 2024. Kontraksi pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari perusahaan lembaga keuangan (financial corporations) dan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 5,7% (yoy) dan 2,2% (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin; Jasa Keuangan dan Asuransi; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 78,3% dari total ULN swasta.

Baca Juga :   Bayar Utang Luar Negeri dan Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Berkurang US$1,8 Miliar pada Oktober 2023

ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,5% terhadap total ULN swasta.

Adapun rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun menjadi 29,1% pada April 2024 dari 29,3% pada Maret 2024, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 87,1% dari total ULN.

BI menyebut bahwa Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Leave a reply

Iconomics