Waskita Kembali Garap Proyek di Timor Leste Senilai Rp 1,1 Triliun

0
408

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) kembali meraih kepercayaan dari Pemerintah Timor Leste untuk membangun sebuah proyek strategis di negara tersebut. Kali ini, Perusahaan konstruksi milik negara Indonesia tersebut ditunjuk untuk mengerjakan pengembangan Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato.

Pada Senin (29/5) dilakukan acara penandatanganan Proyek Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato, Timor Leste yang dihadiri langsung oleh Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, Perdana Menteri Timor Leste Taur Matan Ruak, Wakil Perdana Menteri dan Ministry of Planning and Territory Jose Maria Dos Reis, Menteri Keuangan Rui Augusto Gomes, Menteri Transportasi Timor Leste José Agustinho da Silva dan menteri – menteri lainnya, Dubes RI untuk Timor Leste Okto Dorinus Manik serta Director of Operation I & QSHE Perseroan I Ketut Pasek Senjaya Putra.

“Kami sangat bersyukur dan tentunya sangat bangga bisa berkontribusi dalam membangun bandara Internasional Nicolao Lobato di Timor Leste seniali US$ 72,6 juta atau sekitar Rp1,1 triliun yang bersumber dari dana ADB. Proyek ini diperkirakan akan diselesaikan dalam waktu 974 hari. Ini bukti kepercayaan Pemerintah Timor Leste kepada Waskita karya. Kami berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proyek ini dengan kualitas yang terbaik dan selesai lebih cepat dari rencana,” kata Pasek dalam keterangan pers, Senin (29/5).

Baca Juga :   Ibu Kota Negara Pindah Tahun Ini, Waskita Karya Gercep Selesaikan 7 Proyek di IKN

Pekerjaan proyek ini meliputi perpanjangan runway sepanjang 2.100 meter, termasuk pembangunan Runway End Safety Area (RESA) minimal 90 meter di setiap sisi, juga membangun taxiway, Apron dan Air Traffic Control Tower (ATCT) untuk memperluas fasilitas bandara tersebut.

Waskita akan mengirimkan tim terbaiknya sebagai wujud tanggung jawab. “Kami berkomitmen untuk bekerja dengan memberikan kontribusi maksimal dari sisi kualitas dan HSE sampai proyek ini selesai, untuk memenuhi kebutuhan material, alat, maupun subkontraktor. Perseroan berkomitmen menggunakan material yang terbaik sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Kemudian memastikan peralatan yang datang tiba tepat waktu dan siap digunakan. Selain itu, Waskita akan memilih subkontraktor yang memiliki rekam jejak terbaik untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai harapan,” jelas Pasek.

Waskita Karya memiliki pengalaman dalam menyelesaikan pembangunan beberapa Proyek Bandara Internasional di Indonesia yaitu: Proyek Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, Proyek Bandara Internasional Juanda Surabaya, Proyek Bandara Internasional Kualanamu Medan, Proyek Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Proyek Bandara Internasional Hasanudin Makassar, Proyek Bandara Internasional Lombok.

Baca Juga :   Komisi VI Nilai Right Issue Waskita di 2022 Tak Akan Optimal karena Kinerja Keuangan Buruk

Sebelumnya di Timor Leste, Perseroan sudah mendapatkan beberapa proyek prestisius, sebut saja, Proyek Jalan Noefefan-Oenuno di Oé-Cusse, Jalan Pasar Tono menuju Oesilo yang merupakan wilayah Timor Leste yang berbatasan langsung dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, Indonesia, lalu proyek yang rampung di tahun 2020 yaitu Bandara Suai dan Jalan Sakato – Noefefan.

“Waskita Karya juga mengadopsi teknologi terkini seperti BIM (Building Information Modeling) yang mampu mensimulasikan seluruh informasi proyek ke dalam model 3 dimensi. Harapannya dapat mempercepat dan meningkatkan efisiensi dalam proses konstruksi,” beber Pasek.

Perseroan terus berkomitmen untuk menerapkan transformasi bisnis yang berkelanjutan, di antaranya pengelolaan proyek yang prudent, transparan, peningkatan implementasi tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang hati-hati.

Pasek juga menyatakan harapannya bahwa proyek-proyek yang saat initengah dikerjakan oleh Waskita Karya di Timor Leste akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan negara tersebut. Selain itu, ia berharap bahwa melalui proyek ini, hubungan diplomatik antara Timor Leste dan Indonesia akan semakin erat.

Leave a reply

Iconomics