Angkasa Pura II Jajaki Kerja Sama dengan Induk Usaha VietJet Air
Penandatanganan nota kesepahaman Angkasa Pura II dengan Sovico Group/Dok. AP II
PT Angkasa Pura II menjajaki kerja sama pengembangan bandara dan ekspansi jaringan penerbangan dengan Sovico Group asal Vietnam. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan MoU dengan Sovico Group ini merupakan bagian dari upaya AP II mendorong kolaborasi dengan berbagai sektor guna mendukung pengembangan sektor penerbangan nasional.
“AP II mengedepankan kolaborasi dengan berbagai sektor untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan berkontribusi dalam pengembangan sektor penerbangan nasional. MoU dengan Sovico Group ini merupakan bagian dari upaya AP II dalam berkolaborasi dengan perusahaan multinasional dan global guna meningkatkan standar bandara-bandara AP II,” kata Awaluddin dalam keterangan resminya.
Menurutnya, AP II dan Sovico akan membahas potensi kerja sama berbagai bidang bisnis. Potensi bisnis yang akan dibahas antara lain layanan non-aviasi, layanan aviasi, layanan logistik dan pengembangan sisi darat (land side) di bandara.
Potensi bisnis layanan non-aviasi di bandara AP II antara lain bisnis kargo, ritel dan duty free, periklanan, layanan konsumen dan sebagainya. Potensi bisnis lainnya adalah layanan logistik termasuk transportasi angkutan e-commerce, operasi terminal kargo, pusat logistik dan lainnya. Adapun untuk potensi sisi darat mencakup pengembangan kota bandara dan aerotropolis.
Kedua perusahaan juga menjajaki pengembangan rute internasional yakni konektivitas dari Vietnam dan Thailand menuju bandara-bandara AP II. Sovico Group merupakan induk usaha dari maskapai VietJet Air yang berbasis di Vietnam dan Thai VietJet Air yang berbasis di Thailand.
“Penguatan konektivitas rute internasional di bandara-bandara AP II bertujuan untuk melayani perjalanan bisnis dan pariwisata. Kami berharap semakin kuatnya konektivitas rute internasional ini dapat mendukung kemudahan bagi pebisnis dan wisatawan untuk datang ke Indonesia,” kata Awaluddin.