Penjualan PLN Naik di 2022, Dirut PLN: Cost Terus Bisa Ditekan
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo/Iconomics
PT PLN (Persero) mengabarkan penjualan listrik yang mengalami pertumbuhan pada tahun 2022. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan pertumbuhan yang dialami sebesar 6,17%, lebih tinggi dari prediksi yang sebesar 4,5%.
Perolehan ini meningkat sebesar 15,75 TWh atau 6,17% dibanding tahun sebelumnya. Naik dari sebesar 255,07 TWh menjadi 270 TWh.
Namun demikian, Darmawan tidak menjelaskan lebih mendalam lagi mengenai kinerja keuangan PLN tahun 2022. Pasalnya, laporan keuangan PLN masih belum diaudit.
“Kami belum punya hak untuk melaporkan itu pak nanti kami kesalahaan secara accounting,” kata Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI belum lama ini.
Di tahun 2022, penyambungan pelanggan baru tumbuh sekitar 3 juta pelanggan. PLN juga mengatakan sanggup mengendalikan pengeluaran variabel cost di saat pertumbuhan permintaan sangat tinggi.
“Jadi kelihatan sekali pertumbuhan demand dan revenue kami tumbuh tapi cost–nya terus bisa kami tekan,” tambah Darmawan.
Pada tahun 2023, PLN memiliki program strategis terkait transformasi yang diawali dengan empat pilar yakni lean, green, innovative, dan customer focused. Pada lean diantaranya ada program digitalisasi pembangkit, digitalisasi pengadaan, bagaimana digitalisasi untuk distribusi.
Pilar green berisikan mengenai target program net zero emisi di tahun 2060, melakukan pengembangan energi baru terbarukan secara agresif. Dalam pilar innovative yakni bagaimana membangun sistem pelayanan pelanggan yang efektif dan efisien. Terakhir, pada customer focused yaitu berkeinginan apabila ada keluhan gangguan PLN Mobile bisa lebih cepat mengenai waktu meresponsnya.