Sinar Mas Land Peroleh Kredit Sindikasi Rp3,28 Triliun

0
1100

“Kami yakin dengan dukungan dari lima kreditur, jalan tol yang dibutuhkan masyarakat ini dapat segera beroperasi,” kata Christopher Siswanto Adisaputro dalam siaran pers.

PT Trans Bumi Serbaraja saat ini sedang mengerjakan pembangunan seksi 1A jalan tol Serpong-Balaraja (Serbaraja). Pembangunan tol Serbaraja seksi 1A sepanjang ±4,5 km yang menghubungkan kawasan The Green dengan AEON Mall BSD City ditargetkan dapat mulai beroperasi di kuartal IV 2021. Pembangunan juga akan segera dilakukan untuk seksi 1B sepanjang ±5,3 km dari AEON Mall sampai dengan Legok. Tol Serbaraja merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Banten.

Tol Serpong-Balaraja akan meringankan beban kendaraan yang selama ini ditanggung oleh jalan-jalan di kawasan Tangerang. Tol ini akan terkoneksi dengan tol Ulujami-Serpong serta menghubungkan Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang.

Pembangunan tol Serpong-Balaraja sepanjang ±39,9 kilometer dibagi dalam tiga tahap yakni seksi I Serpong-Legok (±9,8 km), seksi II Legok-Pasir Barat (±11,5 km), dan seksi III Pasir Barat-Balaraja (±18,6 km). Seluruh pendanaan pembangunan dan konstruksinya berasal dari Sinar Mas Land melalui PT Trans Bumi Serbaraja.

Baca Juga :   Sinar Mas Land dan G42 akan Mengembangkan Smart City Berbasis AI

Gerbang tol Serbaraja seksi 1A akan berlokasi tepat di sisi AEON Mall. Gerbang tol ini akan terkoneksi dengan Stasiun Cisauk yang berada di kawasan Intermoda BSD City. Area ini merupakan transit-oriented development (TOD) yang menghubungkan beberapa layanan transportasi publik termasuk shuttle bus BSD Link dan Commuter Line melalui Stasiun Cisauk.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Halaman Berikutnya
1 2

Leave a reply

Iconomics