Subsidi BBM di Masa Krisis Global Dinilai Bentuk Keberpihakan Jokowi ke Masyarakat

0
467
Reporter: Rommy Yudhistira

Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad menilai upaya pemerintah menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai bentuk komitmen keberpihakan Presiden Joko Widodo kepada masyarakat Indonesia. Padahal, situasi global sedang tidak stabil mulai dari resesi di Amerika Serikat (AS), perang Rusia-Ukraina dan melemahnya ekonomi Tiongkok.

“Kita bersyukur Presiden Jokowi memiliki komitmen menjaga harga BBM di harga Rp 7.650 per liter walau gejolak global sedang terjadi,” kata Kamrussamad dalam keterangan resminya, Rabu (3/8).

Kamrussamad mengatakan, bila pemerintah tidak menyubsidi BBM, maka harga-harga bahan pokok akan ikut melambung sehingga berdampak terhadap inflasi yang tinggi. Apabila pemerintah mencabut subsidi BBM, maka kondisi di Indonesia kemungkinan tidak terkendali.

“Lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat pasti sudah tidak terkendali. Krisis ekonomi saat ini, bisa bergeser menjadi krisis sosial, bahkan politik. Ini yang tidak kita inginkan,” ujar Kamrussamad.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersyukur karena sampai saat ini Indonesia masih mampu mengendalikan situasi sulit seperti krisis pangan, energi, dan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan tensi geopolitik akibat perang Rusia dan Ukraina.

Baca Juga :   Fotonya Dipampang Di Samping Capres, Presiden Jokowi: Tidak Apa-apa, Boleh-boleh Saja

“Marilah kita berdoa bersama, berzikir bersama memohon kepada Allah Swt. agar negara kita selalu dilimpahi oleh pangan dan energi dan kita tidak kekurangan akan hal itu. Kita berusaha berikhtiar bersama-sama agar kita justru melimpah dan bisa membantu negara-negara lain yang sedang kesulitan saat ini,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, subsidi terhadap BBM sudah sangat terlalu besar, dari Rp 170 triliun melonjak hingga mencapai Rp 502 triliun. Selain  krisis energi dan pangan, krisis keuangan juga terjadi di beberapa negara. Kesulitan-kesulitan tersebut dialami hampir semua negara.

“Inilah kesulitan-kesulitan yang dialami oleh hampir semua negara, tidak negara kecil, tidak negara besar, tidak negara kaya, tidak negara miskin, semuanya mengalami hal yang sama,” ujar Jokowi.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics