Pefindo Proyeksikan Penerbitan Utang Korporasi Indonesia di Kisaran Rp 154 T hingga Rp 196,9 T di 2026

0
39
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi di Indonesia, berada di kisaran Rp 154 triliun hingga Rp 196,9 triliun pada 2026. Adapun estimasi titik tengah sekitar Rp 175,8 triliun, yang didorong kebutuhan refinancing utang yang jatuh tempo, optimalisasi struktur pendanaan, dan kondisi suku bunga yang relatif kondusif.

Direktur Utama Pefindo Irma Wati mengatakan, metode pemeringkatan Pefindo memperhitungkan layanan credit enhancement atau garansi atas surat utang, sebagai faktor untuk menaikkan rating surat utang.

“Surat utang yang diterbitkan oleh suatu korporasi bisa mendapat rating yang sama dengan IIF (Indonesia Infrastructure Finance), apabila mendapat garansi penuh melalui credit enhancement dari IIF,” kata Irmawati dalam keterangan resminya pada Jumat (23/1).

Sementara itu, Presiden Direktur IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, layanan credit enhancement menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya tarik, dan kualitas penerbitan surat utang korporasi di pasar modal.

Melalui pemberian penjaminan kredit, kata Rizki, proses pemeringkatan dapat dilakukan secara lebih kuat, dan dengan dukungan struktur transaksi yang bijak, credit enhancement memungkinkan penerbit memperoleh peringkat kredit yang lebih baik.

Baca Juga :   BTN Terapkan Beberapa Strategi Tarik Minat Gen Z untuk Punya Rumah, Apa Saja?

“Skema ini tidak hanya memperkuat kepercayaan investor, tetapi juga memperluas basis investor dan mendorong keberhasilan penerbitan obligasi, sekaligus mendukung pembiayaan jangka panjang yang berkelanjutan bagi sektor infrastruktur dan korporasi strategis di Indonesia,” ujar Rizki.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menuturkan, BEI secara aktif melakukan sosialisasi dan konsultasi kepada calon penerbit efek di seluruh Indonesia.

“Program sosialisasi dan konsultasi ditujukan untuk mendorong penerbitan segala jenis efek tidak terkecuali efek bersifat utang dan sukuk yang dapat dilakukan dengan skema credit enhancement,” kata Nyoman.

Sejalan dengan IIF, BEI, dan Pefindo, Plt Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Fifi Virgantria menyebutkan, pihaknya optimistis terhadap layanan credit enhancement dari IIF. Credit enhancement, kata Fifi, dapat membawa dampak positif terhadap iklim investasi di pasar surat utang.

“Dukungan credit enhancement dari IIF memberikan nilai tambah yang signifikan dalam proses penerbitan surat utang korporasi. Dengan struktur penjaminan yang kuat dan peringkat kredit yang lebih baik, penerbitan obligasi menjadi lebih kredibel di mata
investor, sekaligus memungkinkan penetapan biaya pendanaan yang lebih efisien,” tutur Fifi.

Leave a reply

Iconomics