Danantara Buka Peluang Jadi Pemegang Saham Seiring Demutualisasi BEI

0
44
Reporter: Rommy Yudhistira

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membuka peluang untuk memegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring percepatan demutualisasi. Demutualisasi akan mengubah status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan yang dimiliki perusahaan sekuritas, menjadi entitas yang bisa dimiliki publik atau pihak lain.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, Danantara memiliki kepentingan yang besar dalam bursa saham Indonesia. Merujuk pada data selama ini, hampir 30% BUMN berkontribusi pada total kapitalisasi pasar.

“Tentunya Danantara mempunyai kepentingan yang sangat besar, karena kalau kita lihat banyak perusahaan BUMN kita ini sudah listing di publik,” kata Rosan di Jakarta, Jumat (30/1).

Kemudian, kata Rosan, pihaknya ingin mendorong BEI yang lebih transparan dari sisi tata kelola. Dengan adanya demutualisasi, maka akan membuka kemungkinan jika BEI tidak lagi hanya dimiliki anggota bursa.

“Danantara tentunya terbuka, dan seperti di negara-negara lain banyak sovereign wealth fund (SWF) menjadi bagian dari bursa,” ujarnya.

Masih kata Rosan, demutualisasi dapat meningkatkan tata kelola dan transparansi pasar modal di Indonesia.

Baca Juga :   PT Fimperkasa Utama Tbk Jadi Emiten ke-13 yang IPO di Bursa Saham Tahun Ini

“Ini adalah sesuatu yang sangat positif yang memang perlu kita lakukan ke depannya agar bursa kita ini menjadi lebih baik. Lebih dalam dan memberikan transparansi yang lebih besar,” katanya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics