Pemasangan Pagar di Sejumlah Mal di Jakarta, Begini Jawaban Lippo dan Pakuwon Group
Lippo Group dan Pakuwon Group menyebutkan pemasangan pagar di beberapa pusat perbelanjaan merupakan inisiatif manajemen lokal, dan bukan kebijakan perusahaan.
Chairman Lippo Group James T. Riady mengatakan, seluruh mal milik Lippo memang pernah dipasang pagar ketika Indonesia menghadapi kerusuhan pada masa lalu. Namun, pagar-pagar tersebut telah lama dibongkar setelah kondisi keamanan membaik.
“Dulu semua mal memasang pagar ketika terjadi kerusuhan. Sekarang sudah tidak diperlukan lagi karena situasi sudah tenang,” kata James dalam keterangan resminya beberapa waktu yang lalu.
James menambahkan, pemasangan pagar di beberapa lokasi bersifat terisolasi atau (isolated cases). Pemasangan itu tidak mencerminkan kondisi industri pusat perbelanjaan secara keseluruhan. Kebijakan itu sepenuhnya keputusan manajemen lokal, bukan arahan pemilik perusahaan.
“Itu hanya inisiatif manajemen lokal, bukan kebijakan pemilik ataupun kantor pusat. Bahkan setelah dikonfirmasi, pagar seperti itu memang tidak diperlukan,” ujar James.
Senada dengan James, pendiri Pakuwon Group Alexander Tedja mengatakan, pagar yang sempat dipasang di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta akan segera dibongkar. Keputusan pemasangan pagar dilakukan manajemen loka, tanpa arahan dari pemegang saham atau kantor pusat.
Meski ramai diperbincangkan publik, kata Alex, situasi pusat perbelanjaan masih aman, dan tidak memerlukan pagar tambahan.
Sebelumnya, ramai beredar video yang memperlihatkan pemasangan pagar di Mal Kota Kasablanka. Banyak narasi yang menyebutkan bahwa pemasangan pagar dilakukan untuk mengantisipasi kerusuhan yang akan terjadi di Jakarta.