Laba Bersih BRI Turun 5,5% Jadi Rp56,65 Triliun pada 2025

0
65

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp56,65 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut turun 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp59,94 triliun.

Meski mengalami koreksi laba, BRI menilai fundamental bisnis tetap solid. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa ketahanan ekonomi domestik masih menjadi penopang utama kinerja perbankan nasional di tengah ketidakpastian global.

“Secara keseluruhan, kombinasi inflasi yang terjaga, kebijakan moneter yang lebih longgar, dan ketahanan konsumsi domestik memberikan fondasi yang cukup kuat bagi ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Hery dalam konferensi pers, Kamis (26/2).

Tercatat, total aset BRI tumbuh 7,2% Year on Year (YoY), menjadi Rp2.135 triliun. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) yang terus menguat. Di mana total dana pihak ketiga tercatat tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun. 

Di samping itu, porsi dana murah yang terus meningkat, memberikan dampak yang positif terhadap Cost of Fund (CoF) BRI. Tercatat CoF dana pihak ketiga pada akhir 2025 sebesar 2,9% atau membaik dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 3,1%. 

Pada sisi intermediasi, kredit BRI tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, dengan fokus penyaluran kepada segmen UMKM. Capaian ini melampaui pertumbuhan kredit perbankan nasional sepanjang 2025 yang sebesar 9,6%. Pertumbuhan tersebut tetap dijaga secara prudent dan sehat, tercermin dari rasio NPL sebesar 3,07% pada akhir Triwulan IV 2025. Pada saat yang sama, Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan dari 10,7% pada akhir 2024 menjadi 9,6% di akhir 2025. 

Baca Juga :   Chandra Asri Menggandeng BRI untuk Tingkatkan Volume Transaksi Wholesale

Direktur Treasury & International Banking BRI Faridha Thamrin menyampaikan bahwa pertumbuhan aset selama tahun 2025 didominasi oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar Rp167 triliun YoY yang sebagian besar merupakan pertumbuhan pada kredit segmen UMKM. Hal tersebut menunjukkan komitmen BRI untuk terus mendukung penguatan sektor riil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sebagai pilar utama perekonomian nasional.

Di sisi Dana Pihak Ketiga, fokus strategi BRI untuk penguatan CASA terlihat dari pertumbuhan Giro yang mencapai 19,7% secara year on year dan pertumbuhan tabungan sebesar 7,9% YoY. Ini menandakan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat dengan semakin kuatnya dana murah Perseroan.  

Jika dilihat dari struktur pendanaan, DPK BRI semakin kuat dengan rasio CASA meningkat 331 bps YoY, didorong oleh pertumbuhan tabungan ritel yang konsisten. Secara konsolidasi, total DPK tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.466,8 triliun, dengan pertumbuhan CASA mencapai 12,7% YoY. Kenaikan giro mencapai 19,7% YoY, dan tabungan tumbuh 7,9% YoY, sehingga mendorong CASA ratio meningkat hingga 70,6%, menandakan biaya dana yang semakin efisien. 

Dari sisi segmen, non-wholesale menjadi motor utama, terutama tabungan yang terus meningkat dan menopang stabilitas dana murah. Sementara, wholesale relatif stabil, dengan pergeseran komposisi ke giro yang tumbuh kuat, sementara deposito cenderung moderat. Secara keseluruhan, ini menunjukkan strategi BRI dalam memperkuat transaction-led relationships, menjaga likuiditas, dan meningkatkan kualitas pendanaan yang lebih berkelanjutan. 

Baca Juga :   Tahun 2022, Laba Bersih BRI Rp51,4 Triliun, Naik 67,15%

Kapasitas BRI untuk terus tumbuh secara sehat pun ditopang oleh likuiditas yang solid, hal tersebut tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank berada di level yang ample sebesar 91,4%. “Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga (pendanaan) yang optimal,” ujar Farida Thamrin.

Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat di level 23,52%, di atas ketentuan minimum regulator. Posisi ini menunjukkan kapasitas permodalan BRI yang memadai untuk menopang ekspansi bisnis secara prudent, menyerap potensi risiko, serta menjaga stabilitas dan ketahanan Perseroan. Dengan struktur permodalan yang kokoh, BRI masih memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong pertumbuhan kredit, khususnya di  segmen UMKM dan pembiayaan produktif, sejalan dengan komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Dari sisi kualitas aset, hingga akhir 2025 rasio NPL BRI terjaga di level 3,07%. Hal tersebut menjadi semakin relevan mengingat portofolio BRI yang mayoritasdisalurkan ke segmen UMKM, yang secara karakteristik memiliki risiko lebih granular. Sehingga NPL yang rendah ini menunjukkan efektivitas strategi manajemen risiko yang solid dan penerapan prinsip kehati hatian secara konsisten. Untuk menjaga kualitas kredit, BRI juga membentuk pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 178,1%.  

Baca Juga :   Para Penyokong Laba BUMN

Selain penguatan funding, BRI juga memperkuat bisnis mikro dan sinergi dengan Holding Ultra Mikro (UMi) antara BRI, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan langkah-langkah ini mencakup redesain peran dan peningkatan kapabilitas mantri, serta optimalisasi pipeline digital melalui BRIspot.  

Hingga akhir Desember 2025, Holding UMi telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan total simpanan mikro mencapai lebih dari 187 juta rekening. Selain itu, layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian juga turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional. Hingga akhir Desember 2025 total simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group mencapai 17,1 ton atau tumbuh 65,5% YoY.

“Di saat yang bersamaan ekosistem holding ultra mikro BRI Group juga mencatat bahwa di sepanjang tahun 2025 sebanyak 1,4 juta debitur berhasil naik kelas, atau tumbuh 11,82% YoY,” papar Akhmad.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics