Kemenhub Terapkan 4 Pilar Hadapi Era Disrupsi di Sektor Transportasi dan Rantai Pasok Logistik

0
62
Reporter: Rommy Yudhistira

Indonesia sedang menghadapi situasi era disrupsi akibat ketegangan geopolitik global, dan perkembangan teknologi digital. Disrupsi tersebut menyasar semua bidang termasuk sektor ekonomi, transportasi, dan rantai pasok logistik dalam negeri.

Direktur Sarana, Prasarana, dan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Kemenhub Sigit Widodo mengatakan, ada beberapa tantangan utama yang terjadi saat ini seperti. Semisal, ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, fluktuasi harga komoditas, dan disrupsi rantai pasok.

Untuk mengantisipasinya, kata Sigit, Kemenhub menerapkan 4 pilar kepemimpinan tangguh yang membangun fondasi secara berkelanjutan. Adapun 4 pilar adalah kejelasan visi, koneksi dan kolaborasi, pola pikir pertumbuhan, serta kesadaran diri.

Dalam praktiknya, kata Sigit, Kemenhub menekankan kemampuan mengidentifikasi fokus utama, dan mengkomunikasikan visi dengan jelas kepada tim. Dan, Kemenhub menargetkan angka kecelakaan 0%, serta penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas sebesar 50%, juga menargetkan bebas kendaraan over dimension over loading (ODOL) 0% pada 2027.

Kemudian, kata Sigit, pihaknya berupaya mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi masyarakat ke transportasi umum. Untuk saat ini, kata Sigit, 92 juta masyarakat telah menggunakan layanan transportasi perkotaan pada 2025.

Baca Juga :   Ini 3 Rumus dari Perhumas agar Tetap Relevan di Masa Teknologi Digital

“Harapannya mampu menyeimbangkan antara efisiensi, transformasi, organisasi, juga masalah keputusan yang berbasis data. Harapannya itu bisa menjawab beberapa evaluasi atau hambatan-hambatan yang ada,” kata Sigit dalam acara The Iconomics CEO Forum di gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta, Kamis (23/4).

Masih kata Sigit, pihaknya pun membangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mencapai target yang telah ditentukan. Dengan kerja sama tersebut, pemerintah berupaya mengatasi masalah yang ditimbulkan di era disrupsi ini.

“Itu mungkin hal-hal yang memang menjadi tanggung jawab kita untuk mengkolaborasikan. Harapan ke depan, pengemudi dan operator dapat secara bersama, kita bisa menetapkan kebijakan yang lebih baik,” ujar Sigit.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics