Transformasi BUMN Mampu Dorong PIHC Cetak Kinerja Keuangan Positif hingga Mei 2026
PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) mencetak kinerja keuangan positif hingga Mei 2026. Dari pendapatan, misalnya, perusahaan negara itu membukukan sebesar Rp 47,71 triliun atau tumbuh 49% secara tahunan hingga saat ini (ytd).
Soal itu, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan, PIHC mampu mencetak kinerja positif tidak terlepas dari pelaksanaan transformasi. Hal tersebut pun semakin diperkuat dengan kinerja pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (Ebitda) sebesar Rp 11,36 triliun, atau meningkat 132%.
Untuk melanjutkan tren positif itu, kata Dony, pihaknya telah bertemu dengan Direktur Utama PIHC Rahmad Pribadi untuk membahas perkembangan bisnis, dan berbagai isu strategis.
Dalam pertemuan tersebut, kata Dony, pihaknya fokus membahas dinamika bisnis, dan pasar pupuk, pengelolaan risiko akibat fluktuasi harga komoditas, dan antisipasi skema subsidi. Juga membahas penguatan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi agar semakin tepat sasaran.
Menurut Dony, langkah-langkah tersebut penting dilakukan untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan, sekaligus memastikan dukungan sektor pupuk terhadap produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan nasional.
“Transformasinya (PIHC) sudah menunjukkan hasil,” kata Dony yang juga COO Danantara dalam keterangan resminya pada Jumat (19/6).
Melalui penguatan transformasi, kata Dony, BP BUMN berharap PIHC dapat terus meningkatkan daya saing perusahaan, dan memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
“Ke depan yang perlu dijaga adalah konsistensi, sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan,” kata Dony.