Pesan Bos BCA kepada Pengganti Perry: Lebih Semangat Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sejak Perry mengumumkan pengunduran dirinya pada awal pekan ini, jabatan Gubernur BI untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti.
0
15

Setelah Perry Warjiyo mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), sejumlah nama mulai mencuat sebagai calon penggantinya. Di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad, hingga Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat sebagai salah satu Deputi Gubernur BI.

Terlepas dari siapa yang akan menggantikan Perry, Gubernur BI berikutnya akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan target pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, bank sentral dituntut menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Pelaku usaha, termasuk industri perbankan, kini menantikan sosok yang akan memimpin Bank Indonesia.

“Kita tunggu kabar berikutnya, pesan untuk calon-calon tentu selalu semangat, untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia supaya lebih baik lagi,” kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers paparan kinerja semester I 2026, Selasa (28/7).

Tantangan tersebut semakin besar karena sejak Mei 2026 Bank Indonesia mengambil langkah agresif dengan menaikkan BI Rate. Dalam dua bulan terakhir, bank sentral mengerek suku bunga acuan sebanyak 100 basis poin, dari 4,75% yang bertahan sejak September 2025 hingga April 2026 menjadi 5,75% pada Juni 2026. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026, BI kemudian memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75%.

Baca Juga :   Departemen Komunikasi BI: Praktisi PR Perlu Terlibat Dalam Pembuatan Kebijakan

Perry beberapa kali menegaskan bahwa kenaikan BI Rate bukanlah pilihan yang mudah karena berpotensi meningkatkan biaya dana (cost of fund) di industri perbankan. Saat memutuskan mempertahankan BI Rate pada RDG Juli 2026, ia mengatakan BI dihadapkan pada dua pilihan kebijakan. Pertama, menaikkan BI Rate dengan konsekuensi suku bunga di dalam negeri ikut meningkat. Kedua, tidak menaikkan BI Rate, tetapi meningkatkan insentif agar aliran investasi portofolio asing semakin masuk.

Bank Indonesia memilih opsi kedua, yakni meningkatkan dan memperluas insentif pengurangan premi bagi investasi portofolio asing. Kebijakan tersebut meliputi kenaikan insentif bagi Swap Jual Lindung Nilai (Swap Beli Lindung Nilai kepada BI) dari 10% menjadi 12,5%, serta pemberian insentif bagi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Jual Lindung Nilai sebesar 15% yang sebelumnya belum memperoleh insentif.

“Ini yang kami pilih, lebih efektif dari kenaikan BI Rate 25 basis poin,” ujar Perry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG Juli, Rabu (22/7).

Sejak Perry mengumumkan pengunduran dirinya pada awal pekan ini, jabatan Gubernur BI untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti.

Baca Juga :   Bank DKI Mendorong Implementasi QRIS di Pasar Tradisional

Dalam konferensi pers pada Senin (27/7), Destry mengatakan pemilihan pengganti Perry mengacu pada Pasal 40 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang mengatur persyaratan seseorang untuk diangkat sebagai anggota Dewan Gubernur. Persyaratan tersebut meliputi warga negara Indonesia, memiliki akhlak dan moral yang tinggi, serta memiliki keahlian dan pengalaman di bidang ekonomi, keuangan, perbankan, atau hukum.

Sementara itu, mekanisme pengangkatan Gubernur dan Deputi Gubernur Senior diatur dalam Pasal 41 Undang-Undang Bank Indonesia yang menyebutkan bahwa Gubernur dan Deputi Gubernur Senior diusulkan oleh Presiden dan diangkat setelah memperoleh persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics