KSSK Libatkan Danantara Dalam Rapat, Hanya Beri Masukan tapi Tak Punya Hak Suara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (21/7/2026).
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dipastikan terlibat dalam setiap rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK). Bahkan, Presiden Prabowo Subianto pun sudah memberikan arahan untuk melibatkan Danantara ke dalam KSSK.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, peran Danantara dalam KSSK hanya sebatas memberi masukan. Keputusan tersebut pun dinilai sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
“Dalam mengambil keputusan Danantara tidak akan punya hak suara. Hanya memberi masukan, dan melihat prosesnya seperti apa,” kata Purbaya di Jakarta pada Selasa (28/7).
Kemudian, kata Purbaya, masukan dari Danantara itu akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan yang tepat. Dan khususnya yang berkaitan dengan dunia bisnis.
“Untuk kita berguna sekali untuk melihat keadaan yang nyata di dunia bisnis. Dunia yang sedang ditangani Danantara. Kalau kita regulator biasa di belakang, melihat data-data saja,” ujar Purbaya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengumpulkan pimpinan KSSK di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 27 Juli lalu. CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, Prabowo meminta KSSK untuk melibatkan Danantara dalam setiap pengambilan keputusan.
Tujuannya, kata Rosan, untuk memberikan masukan, dan memberikan dampak langsung ke perekonomian, dan dunia usaha. “Jadi lebih ke whole ecosystem-nya. Jadi arahannya adalah KSSK plus, plus Danantara,” ujar Rosan.