Kemenaker Dampingi 20 Perusahaan dari Manufaktur hingga Perhotelan untuk Tingkatkan Produktivitas

0
12
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendampingi 20 perusahaan dari sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan untuk meningkatkan produktivitas. Peningkatan dilakukan melalui perbaikan sistem, dan proses kerja sama selama September hingga November 2026.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pendampingan itu menjadi bagian dari upaya Kemenaker untuk memperkuat daya saing ekonomi, dan kualitas dunia kerja Indonesia. Pelaksanaannya melibatkan 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 infrastruktur, dan 20 peserta pemagangan nasional.

“Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat,” kata Yassierli dalam keterangan resminya pada Senin (24/8).

Program itu, kata Yassierli, menerapkan pendekatan company-based productivity improvement. Pendekatan pun dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan. Adapun pendampingan diawali dengan identifikasi akar masalah, penyusunan rencana peningkatan produktivitas, implementasi perbaikan, dan pemantauan, serta evaluasi dampak.

Selain itu, kata Yassierli, intervensi disesuaikan dengan kondisi tiap-tiap perusahaan. Keterlibatan peserta pemagangan nasional dalam program menjadi bagian dari pembelajaran berbasis kondisi nyata di dunia kerja.

Baca Juga :   Kerja Sama dengan Malaysia Institut Jantung Nasional, IHC Sebut Langkah Strategis Tingkatkan Layanan Kesehatan

Untuk peserta, tambah Yassierli, mendapat pengalaman langsung mengenai proses peningkatan produktivitas dengan berinteraksi bersama perusahaan, infrastruktur, dan spesialis produktivitas.

Melalui program percontohan itu, kata Yassierli, pihaknya berharap dapat menghasilkan model pendampingan peningkatan produktivitas perusahaan yang sistematis, terukur, dan terintegrasi untuk diterapkan secara luas.

“Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas. Mereka juga harus belajar bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih efisien, lebih berkualitas, dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi,” ujar Yassierli.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics