Bapanas dan Bulog Akan Salurkan Bantuan Pangan Beras 12,15 Ribu Ton Periode Juli-September 2026
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 12,15 ribu ton, untuk periode Juli-September 2026 di Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan, pelaksanaan program ini menjadi bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog untuk menyalurkan cadangan pangan pemerintah.
Amran menyebutkan, bantuan tersebut akan diberikan kepada 405.404 penerima bantuan pangan (PBP). Setiap PBP mendapatkan 10 kilogram (kg) beras setiap bulan, selama 3 bulan. Secara keseluruhan tiap-tiap penerima mendapat 30 kg beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
“Kita ingin bantuan ini benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus turut menjaga pasokan dan harga beras tetap stabil,” kata Amran dalam keterangan resminya pada Jumat (21/8).
Sementara itu, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, penyaluran akan dimulai dari Kota Palu. Dalam prosesnya, Bulog memastikan ketersediaan beras, kesiapan operasional, hingga pengawalan distribusi kepada PBP.
“Bulog siap menjalankan penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, bantuan sampai kepada yang berhak, sekaligus turut menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen,” ujar Rizal.
Bantuan pangan, kata Rizal, tidak sekadar persoalan distribusi beras, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial, dan ketahanan pangan. Pemerintah berharap bantuan yang diterima dapat membantu mengurangi sebagian pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Stok yang dikuasai Bulog di Sulawesi Tengah dalam kondisi sangat mencukupi. Dengan kekuatan stok tersebut, kami siap mendukung penyaluran Bantuan Pangan maupun berbagai program pemerintah lainnya untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat,” kata Rizal.