Industropolis Batang Bersama KAI Kaji Konektivitas Angkutan Barang
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin bersama jajaran berkunjung ke Kabupaten Batang bertemu dengan Bupati Batang dan Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dalam rangka membahas sejumlah kolaborasi strategis/Dok. KAI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengkaji konektivitas angkutan barang dari dan menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Industropolis Batang. Kajian diarahkan pada keterhubungan kawasan industri dengan dry port, seaport, jaringan kereta api, pergudangan, trucking, serta pelabuhan utama.
“Kawasan industri membutuhkan jaringan logistik yang mampu menghubungkan pusat produksi dengan pusat distribusi dan pelabuhan secara efisien. KAI melihat kereta api memiliki ruang besar untuk memperkuat jaringan tersebut, terutama untuk pergerakan barang dalam volume besar dan jarak yang semakin panjang,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangannya.
Di KITB, seaport kawasan telah mulai beroperasi sejak 2025, sementara dalam roadmap awal pengembangan kawasan, dry port diarahkan memasuki tahap operasional secara bertahap pada 2028.
KAI memandang integrasi kereta api dengan dry port perlu mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan, termasuk elevasi antara jaringan rel dan area rencana dry port. Kajian akan melihat berbagai alternatif konektivitas, baik melalui akses rel maupun skema intermoda lainnya, sehingga konfigurasi infrastruktur dapat mengikuti kebutuhan operasional dan volume barang yang berkembang.
Pembahasan berikutnya juga akan melibatkan KAI Logistik untuk memperkuat pemetaan demand, konsolidasi barang, terminal handling, first mile–last mile, serta layanan logistik end-to-end. Data dan kajian dari KAI, Pelindo, SPJT, Perumda Aneka Usaha Batang, KITB, serta pihak terkait selanjutnya akan dipadukan untuk menentukan model konektivitas yang paling feasible.
“Ketika kawasan industri, jaringan kereta api, dry port, dan pelabuhan terhubung dalam satu sistem, ruang distribusi barang menjadi semakin luas. KAI siap memberikan kapabilitas perkeretaapian untuk mendukung terbentuknya jaringan logistik yang lebih kuat dan kompetitif,” kata Anne.
Pembahasan pengembangan konektivitas tersebut melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) atau SPJT, Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kabupaten Batang atau Perumda Aneka Usaha Batang, serta PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)/Industropolis Batang.