Pasar Muslim Milenial Menggeliat, E-commerce Besar Berebut Kue
Layanan digital BSI/Dok. BSI
Dengan adanya pandemi, pola belanja muslim milenial berubah secara permanen. Belanja mereka melalui platform e-commerce mengalami pelebaran (widening) dan pendalaman (deepening). Artinya, mereka tak hanya berbelanja kebutuhan-kebutuhan gaya hidup seperti gadget atau fesyen, tapi juga kebutuhan rutin sehari-hari.
Tren tersebut dikemukakan oleh Yuswohady, Managing Partner Inventure, dalam acara “Ramadhan Muslim Market Trends”, Jumat (23/4).
Lebih lanjut ia mengungkapkan 5 tren muslim milenial di Indonesia (5S) yaitu: Mereka semakin mendekatkan diri dengan Sang Pencipta (Spiritual); mereka semakin peduli pada prinsip-prinsip halalan toyyiban dalam rangka menjaga keselamatan jiwa (Safety); Gaya hidup mereka semakin digital (Screen); Mereka akan beradaptasi dan berinovasi dalam beraktualisasi diri (Self-Expression); dan terakhir mereka adalah generasi yang semakin berempati (Social).
Tak mengherankan jika saat ini platform e-commerce besar seperti Tokopedia, Shopee, atau Lazada saling berlomba menarget pasar muslim ini dengan membuka kanal khusus. yang menawarkan one-stop shop kebutuhan kaum muslim milenial mulai dari fesyen, makanan-minuman, pembayaran berbasis syariah, investasi emas, layanan zakat, infaq, sadakah (ZIS) hingga haji dan umrah.
Dalam acara tersebut Ivan Ally, SVP Marketing Communication Bank Syariah Indonesia (BSI) menambahkan bahwa pandemi telah memicu lahirnya Gen-Sy (Generasi Syariah) yang mulai mencari keseimbangan yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan mereka.
“Gen-Sy ini selalu berkeinginan menjalankan gaya hidup syariah modern sebagai solusi untuk mengadopsi nilai Islam yang kekinian. Contohnya adalah berbusana muslim kekinian, berbelanja secara online, melakukan transaksi secara digital berbasis syariah, menjalankan gaya hidup sehat, hingga mengembangkan portfolio investasi syariah,” ujar Ivan yang juga menjadi pembicara dalam event tersebut.