BRIDS dan BEI Tarik Gen Z dan Alpha di Semarang untuk Aktif di Pasar Modal

0
89

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) telah meresmikan Galeri Investasi BEI di Bina Nusantara University (BINUS) Semarang bersama dengan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini untuk memperkuat literasi pasar modal di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha.

Plt Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Fifi Virgantria menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam membentuk masa depan pasar modal nasional. Ia mengatakan generasi Z dan Alpha memiliki potensi besar sebagai agen transformasi dari budaya menabung ke budaya investasi.

“Melalui Galeri Investasi BEI di BINUS Semarang, kami ingin memastikan minat tinggi generasi muda terhadap investasi dibarengi dengan literasi yang kuat, pemahaman risiko yang memadai, serta kesadaran untuk berinvestasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Fifi dalam keterangannya.

Peresmian ini disambut positif. Kepala OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan perguruan tinggi dalam membentuk perilaku keuangan generasi muda. “Literasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu berinvestasi secara cerdas, aman, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam membangun fondasi tersebut,” ujar Hidayat.

Baca Juga :   Soal Kasus Robot Trading, Ini Saran Komisi VI kepada Kemendag dan Bappebti

BRIDS menyebut peresmian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi pasar modal di Indonesia. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan indeks literasi pasar modal tercatat sebesar 17,78%, sementara indeks literasi keuangan nasional telah melampaui 65%. Jomplang!

Di sisi lain, jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 20 juta Single Investor Identification (SID) hingga akhir 2025, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun yang didominasi generasi Z dan mulai diikuti generasi Alpha. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap investasi, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan literasi dan pemahaman risiko.

Generasi Z dan Alpha dikenal adaptif terhadap teknologi dan cepat mengakses informasi, namun kerap dihadapkan pada tantangan perilaku investasi jangka pendek dan kecenderungan mengikuti tren. Literasi yang kuat menjadi kunci agar minat investasi tersebut dapat diarahkan pada praktik yang sehat, terukur, dan berorientasi jangka panjang.

Leave a reply

Iconomics