Vaksin Sinovac dan Pfizer Masuk Radar Kemenkes untuk Diberikan ke Penduduk di Bawah 18 Tahun
Ilustrasi vaksin Covid-19/Istimewa
Tren jumlah penduduk berusia di bawah 18 tahun yang terjangkit Covid-19 turut meningkat seiring dengan pertambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Meski tingkat keparahananya relatif rendah, tetapi Pemerintah sedang mengupayakan vaksinasi kepada kelompok penduduk kategori anak-anak hingga remaja tersebut.
Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebutkan per 23 Juni, sebanyak 12,6% kasus positif Covid-19 di Indonesia adalah kelompok berusia 0-18 tahun, dimana 28,02% adalah anak berusia 7-12 tahun.
Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengtakan berdasarkan data di seluruh dunia, tingkat kesembuhan penderita Covid-19 pada usia di bawah 18 tahun mencapai 99% lebih.
Meski demikian, Budi mengatakan Kementerian Kesehatan juga sedang mengkaji vaksinasi untuk kelompok usia di bawah 18 tahun ini.
“Kita juga sedang mengkaji vaksin-vaksin mana yang sudah memiliki Emergency Use Authorization (EUA) untuk usia muda. Yang sudah kita amati sekarang ada dua, yang ada di list-nya kita. Satu adalah Sinovac, yang bisa antara umur 3-17 tahun. Kemudian, satu lagi adalah Pfizer yang bisa umur 12-17 tahun,” ujar Budi saat konferensi pers, Jumat (25/6).
Budi mengatakan Kementerian Kesehatan sudah membicarakan dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) terkait vaksinasi kepada anak-anak dan remaja tersebut. “Kita juga harus mendengarkan pihak-pihak ahlinya, mengenai pemberian vaksin ini ke remaja,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan juga sedang melakukan studi terkait vaksinasi terhadap anak-anak dan remaja ini. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa mengambil keputusan,” ujarnya.
Ia mengatakan pihaknya memepelajari seperti apa vaksinasi penduduk usia di bawah 18 tahun di negara lain baik di Eropa, Amerika maupun di Asia. “Sehingga dengan demikian kita bisa mengeluarkan keputusan yang komprehensif berdasarkan data yang ada di kita, data penggunaan atau policy di negara-negara lain dan juga data Emergency Use Authorization yang sudah diberikan terhadap perusahaan vaksin tersebut,” ujarnya.