Ketua Tim Pelaksana KPPIP Ajak Generasi Muda Berpartisipasi Dalam PSN

0
324

Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikembangkan Pemerintah meliputi 210 proyek dan 12 program dengan total nilai estimasi investasi sebesar Rp5.746,4 triliun. Hingga Maret 2023 telah diselesaikan 156 PSN dengan total nilai investasi Rp1.080,2 triliun.

Capaian dan dampak pembangunan PSN yang telah berjalan selama 8 tahun ini perlu disebarluaskan kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda. Salah satunya melalui rangkaian kegiatan Sewindu PSN yang diadakan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), yang juga akan dapat memperkenalkan potensi investasi di Indonesia kepada stakeholders lainnya di dalam maupun luar negeri.

“Sewindu PSN adalah salah satu kegiatan untuk mendiseminasikan apa yang sudah kita siapkan dan kerjakan, karena harapannya masyarakat terutama anak-anak muda mampu memahami bahwa kita punya cita-cita Indonesia Emas 2045,” jelas Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo dalam acara PSN Talks Episode 4 di Studio EkonIcon, Jakarta pada Kamis (06/07/2023).

Deputi Wahyu yang juga merupakan Ketua Tim Pelaksana KPPIP menuturkan bahwa segenap Bangsa Indonesia termasuk para anak mudanya, harus tetap bersemangat agar Indonesia mampu menjadi negara maju di 2045 nanti.

Baca Juga :   Presiden Resmikan PSN di Teluk Bintuni Senilai Rp72,45 Triliun

“Pembangunan yang sudah dilakukan saat ini adalah untuk menggugah hati anak-anak muda Indonesia bahwa generasi yang sekarang sudah menyiapkan program dan proyek pembangunan yang dapat mereka lanjutkan untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” jelas Wahyu dalam keterangan resminya.

Deputi Wahyu juga mengimbau agar lebih banyak lagi anak muda yang memanfaatkan infrastruktur yang sudah terbangun, khususnya di sektor transportasi umum. “Pembangunan yang kita lakukan itu misalnya untuk menghubungkan akses dari bandara, lalu kereta api menuju pusat ekonomi. Ini diharapkan anak-anak muda dapat menggunakan infrastruktur yang sudah ada, jadi transportasi umum dapat lebih termanfaatkan. Mereka juga bisa lebih peduli terhadap lingkungan, dengan mengurangi menggunakan transportasi dengan BBM fosil,” kata Wahyu.

Dengan berbagai proyek yang tersebar di seluruh Indonesia, Deputi Wahyu juga mengatakan bahwa KPPIP akan menerima masukan dan saran dari masyarakat di seluruh Indonesia. “Kalau masih ada infrastruktur yang belum memuaskan bisa kasih informasi ke kita, karena pembangunan infrastruktur itu tidak bisa cepat selesai ya. Butuh waktu panjang dan pemanfaatannya juga butuh banyak aspek yang sama-sama disiapkan, dengan demikian manfaat infrastruktur tersebut akan lebih terasa bagi masyarakat,” ungkap Deputi Wahyu.

Leave a reply

Iconomics