Kampanye dan Inovasi LG Mengurangi Sampah Makanan

0
65

LG melihat peningkatan jumlah food waste sebagai tantangan yang harus dijawab oleh industri. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemen PPN/Bappenas) melaporkan pembuangan limbah makanan nasional berdampak antara lain pada kerugian ekonomi yang mencapai Rp213–551 triliun per tahunnya.

Food waste atau makanan yang terbuang dan menjadi sampah ini juga berkontribusi pada total emisi gas rumah kaca secara internasional. Menyadari hal ini, LG berkomitmen untuk turut mengatasi persoalan food waste dan insecurity sebagai isu penting dalam kehidupan sehari-hari,” kata Presiden PT. LG Electronics Indonesia (LG), Lee Tae-Jin dalam keterangan resminya.

”Bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia secara luas, LG secara aktif mendorong kolaborasi cerdas dan lebih baik untuk mengatasi masalah-masalah penting secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai perusahaan elektronik, LG berperan dalam meminimalkan pangan terbuang ini melalui pengembangan inovasi pada perangkat kulkas miliknya. Penciptaan kondisi sempurna untuk menjaga kesegaran dan rasa yang menjadi fokus utama inovasi ini, tak lepas dari keberadaannya sebagai komponen kunci dalam mengurangi jumlah makanan yang mesti terbuang.

Baca Juga :   BKPM: Total Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik US$9,8 M

Kulkas LG InstaView Door-in-Door mencerminkan misi perusahaan membantu pemiliknya menyajikan makanan dan camilan lezat, sementara pada saat berbarengan, memungkinkan untuk memperpanjang umur bahan makanan.

Kulkas LG InstaView Door-in-Door secara signifikan mengurangi kehilangan udara dingin dengan menyimpannya di tempat paling penting, yaitu di dalam ruangan. Semakin banyak udara dingin makanan akan tetap segar lebih lama.

Melangkah lebih jauh dari pengembangan teknologi, upaya LG untuk turut berkontribusi pada pengurangan food waste dan insecurity inilah yang kemudian menjadi dasar perusahaan dalam mengembangkan kampanye “Better life for all”. Menyasar generasi muda dengan fokus pada penanaman budaya pangan berkelanjutan, LG bekerja sama dengan organisasi nirlaba FoodCycle Indonesia.

Kampanye ini mendorong tindakan-tindakan sederhana seperti memanfaatkan kembali buah-buahan yang bentuknya kurang baik menjadi sebuah hidangan lezat dan bergizi. Upaya-upaya ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab di antara individu, sekaligus mendorong dampak positif pengurangan sampah dan mendukung masa depan berkelanjutan.

Co-Founder FoodCycle Indonesia, Herman Andryanto mengatakan pihaknya senang dapat berkolaborasi dengan LG Indonesia dalam mempromosikan edukasi mengenai pentingnya praktik pangan berkelanjutan.

Leave a reply

Iconomics