IPCC Layani MV. BYD Zhengzhou yang Berkapasitas 7.000 Unit

0
101

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) melayani dua Mother Vessel (MV) sekaligus yaitu MV. BYD Zhengzhou dari Batangs, Philippines, dan MV. World Spirit dari Singapore pada awal Agustus di Branch Jakarta IPCC.

“Di masa Pemerintahan Kabinet Merah Putih dimana menekankan kepada kemudahan para investor untuk berinvestasi di dalam negeri dalam menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan melanjutkan pengembangan infrastruktur, sinergi dan kolaborasi positif antara investor, pemangku kepentingan dan stakeholder terkait menjadi elemen penting menuju target Indonesia Emas 2045,” kata Iwan Suryana selaku Deputi Bidang Pelayaan dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi dalam keterangannya.

Presiden Director BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan penyambutan MV. BYD Zhengzhou sebagai kapal terbesar berbahan bakar LNG (Liquefied Natural Gas) yang tentunya lebih efisien dalam pembakarannya dan menghasilkan emisi gas rumah kaca polutan udara yang lebih rendah.

“Dengan kapasitas hingga 7.000 unit kargo yang diangkut dalam sekali pelayaran menjadikan arus logistik lebih efisien yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak dan tentunya pelanggan BYD. Sebagai bentuk tanggung jawab BYD dalam penggunaan sumber energi utamanya bahan bakar yang berkelanjutan kami mengimplementasikan penggunaan bahan bakar non fosil berbasis LNG yang ramah lingkungan,” kata Eagle Zhao.

Baca Juga :   4 Sektor BUMN Ini Tetap Bertahan Sejak Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi berterima kasih kepada seluruh undangan yang hadir, utamanya KSOP Pelabuhan Tanjung Priok dan Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok yang memberikan izin untuk sandar di luar kawasan serta BYD Indonesia yang telah mempercayakan agenda penting “Private Tour for the Arrival of BYD Zhengzhou Vessel to Indonesia” yang bertempat di Lapangan Penumpukan Terminal Domestik IPCC Branch Jakarta. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pihak utamanya dalam memperkuat hubungan bilateral, memperluas peluang ekonomi dan menghadirkan solusi teknologi masa depan.

Pada Semester I tahun 2025, IPCC telah memfasilitasi kegiatan ekspor CBU sebesar 171 ribu unit atau meningkat 6,91% YoY sedangkan impor sebesar 57 ribu unit atau tumbuh 85,39% YoY dimana sebanyak 28 ribu unit merupakan mobil listrik berbasis baterai (BEV) dan khusus untuk BYD berkontribusi sebanyak 70% dari total EV secara keseluruhan.

Sugeng mengarakan manajemen yakin bahwa melalui kolaborasi yang saling mendukung antara IPCC dan BYD Indonesia dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan diharapkan Indonesia menjadi negara yang mandiri dari segi energi, ramah lingkungan serta pemain penting bagi kendaraan listrik di pasar global.

Leave a reply

Iconomics