Menkeu: Indonesia Berpotensi Jadi Rujukan Ekonomi Syariah Dunia

0
40
Reporter: Rommy Yudhistira

Indonesia dinilai berpotensi menjadi pedoman sistem ekonomi syariah dunia. Apalagi populasi muslim di Indonesia, dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang dipadukan dengan nilai-nilai agama Islam.

Untuk mencapainya, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita mulai membangun ekonomi mulai dari tingkat akar rumput, yakni Koperasi Desa Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, makan bergizi gratis (MBG), sekolah rakyat, ketahanan pangan, dan lainnya.

“Indonesia bisa menjadi ekonomi besar, terbesar, dan terus kuat untuk bisa kita jalankan dan kita ciptakan kemaslahatan bagi umat. Oleh karena itu, kita terus perlu untuk mengelola ekonomi secara baik,” kata Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah Refleksi Kemerdekaan RI 2025, di Jakarta, Rabu (13/8)

Kemudian, kata Sri Mulyani, APBN pun diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan meneladani karakter Rasulullah yakni shidiq dan amanah, tabligh, serta fathonah.

“Keuangan negara sebagai instrumen yang ingin mengantarkan, melajukan, dan membuka jalan bagi banyak keinginan untuk menciptakan ekonomi syariah terbesar di dunia,” ujar Sri Mulyani.

Baca Juga :   Pemerintah Dukung Terus Transformasi Digital karena Jadi Andalan Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi

Sebagai contoh penerapan ekonomi syariah di Indonesia, kata Sri Mulyani, cash waqaf linked sukuk yang merupakan instrumen pembiayaan dengan prinsip syariah. Instrumen pembiayaan itu bisa menjadi solusi untuk menghadapi masalah yang terjadi saat ini.

Inovasi cash waqf linked sukuk, kata Sri Mulyani, telah meraih penghargaan dari Islamic Development Bank, sebagai pembiayaan sosial berbasis wakaf. Karena itu, kegiatan Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah diharapkan bisa mengeluarkan strategi yang sejalan dengan Asta Cita, dan menciptakan keadilan di Indonesia.

“APBN adalah instrumen bagi kita semuanya dan kita akan terus menggunakan instrumen itu untuk bisa menjawab dan mencapai tujuan-tujuan ideal yang ingin kita capai,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics