BI Usulkan 6 Program Penerus 3 Pilar Strategi Ekonomi Syariah

0
67
Reporter: Rommy Yudhistira

Bank Indonesia (BI) mengusulkan 6 program sebagai penerus 3 pilar strategi ekonomi syariah yang meliputi mata rantai ekonomi halal, akses dan keuangan, serta literasi. Program tersebut bertujuan mendorong pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, untuk memperluas mata rantai ekonomi syariah, BI mengusulkan 3 program yakni Gerakan Pengembangan Pesantren dan Nilai Halal (Gerbang Santri), Jaringan Wirausaha Syariah Mendorong (Jawara) Ekspor, dan Gerakan Berjamaah Akselerasi (Gemah) Halal.

“Itu yang kami usulkan 3 rukun untuk mendukung mata rantai ekonomi halal Indonesia, sehingga penumpangnya semakin banyak,” kata Perry dalam acara Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah Refleksi Kemerdekaan RI 2025, di Jakarta, Rabu (13/8).

Untuk mendukung pilar akses dan keuangan, kata Perry, BI mengusulkan program Sinergi Perdagangan dan Pembiayaan (Sapa) Syariah. Melalui program itu, BI akan memperkuat konektivitas antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan regulator.

Selanjutnya, kata Perry, BI pun akan berupaya mendorong kanal-kanal ekonomi syariah melalui program Kanal Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf). Melalui kanal itu, BI ingin menyatukan lembaga keuangan yang ada di Indonesia.

Baca Juga :   Komisi XI DPR Setujui 2 Nama Ini sebagai Deputi Gubernur BI Terpilih, Siapa Saja?

“Ini kami usulkan agar menjadi sinergi antar-lembaga, agar betul-betul selain pembiayaan, dan komersial dari perbankan, keuangan, ada juga pembiayaan sosial dari zakat, infak, sedekah, wakaf, yang sudah mulai kita kembangkan di situ. Ini bisa menjadi dasar Kanal Ziswaf,” ujar Perry.

Terakhir, kata Perry, terkait program Literasi dan Inklusi Ekonomi Syariah Menuju Indonesia Emas (Lentera Emas). Dengan Lentera Emas, BI mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan literasi ekonomi keuangan syariah.

“Mari kita bersama-sama terus meningkatkan literasi ekonomi keuangan syariah agar betul-betul menjadi dakwah yang berkah,” katanya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics