Era Baru ERP: AI Ubah Sistem Bisnis Menjadi Mitra Cerdas

0
61

Dalam lanskap bisnis yang bergerak semakin cepat, sistem Enterprise Resource Planning (ERP) tak lagi bisa berhenti pada fungsi tradisional: menyimpan data dan menjalankan otomasi dasar. 

Pada acara Indonesia AI Conference 2025: Real Innovation – Shape the Future yang diinisiasi Alibaba Cloud di Raffles Hotel Jakarta, muncul narasi baru: ERP harus berevolusi menjadi sistem yang berpikir layaknya mitra kerja cerdas.

Konferensi ini dirancang untuk mendorong percepatan transformasi digital berbasis kecerdasan buatan di Indonesia, sekaligus menandai peluncuran global Model Studio: Exclusive, platform pengembangan AI enterprise-grade yang ditujukan bagi sektor-sektor dengan regulasi ketat seperti keuangan, kesehatan, dan layanan publik.

Sejumlah panelis menekankan adanya kesenjangan antara kemajuan teknologi AI dan tingkat implementasinya di sektor produktif. Meski kapabilitas AI berkembang pesat dan sebagian besar pelaku usaha sudah memahami potensinya, adopsinya masih minim.

Menurut Ipsos AI Monitor 2024, 86% masyarakat Indonesia sudah mengenal AI, tetapi tingkat pemanfaatan AI di level perusahaan baru mencapai 25,66%. 

Melihat kondisi tersebut, konferensi ini tidak hanya menampilkan terobosan teknologi dari Alibaba, tetapi juga membahas aplikasi nyata AI dalam konteks enterprise, mulai dari pengelolaan data hingga orkestrasi agen AI lintas fungsi bisnis.

Baca Juga :   Untuk Memanfaatkan AI, Komdigi Sebut Manusia Harus Kuasai 3 Komponen Inti, Apa Saja?

Dari ERP Ribet ke ERP Cerdas

Sebagai penyedia ERP asal Singapura dengan basis kuat di Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Vietnam,  HashMicro menegaskan pentingnya redefinisi ERP dalam konferensi itu.

“ERP yang dibutuhkan saat ini harus ringkas, intuitif, dan responsif, bukan malah membebani pengguna dengan kurva pembelajaran yang rumit,” ujar Syifa Fadiyah, Technology Brand Manager HashMicro.

Menjawab kebutuhan tersebut, HashMicro menghadirkan Hashy, asisten AI yang terintegrasi langsung dengan ERP dan dapat diakses melalui pesan. Dibangun melalui integrasi dan modifikasi Qwen, keluarga Large Language Model (LLM) dari Alibaba, Hashy menghadirkan pengalaman ERP yang cepat, interaktif, dan intuitif. Kapabilitas ini sejalan dengan semangat Alibaba menghadirkan AI dengan kualitas enterprise yang dapat diimplementasikan di berbagai sektor.

Hashy sebagai AI agent telah memberikan manfaat, mulai dari pengambilan keputusan berbasis data lintas modul secara real-time, eksekusi workflow end-to-end melalui prompt, hingga antarmuka percakapan (conversational interface) yang membuat sistem lebih mudah dipahami dan digunakan oleh pengguna. Selain itu, semua interaksi tercatat dengan baik, sehingga aspek kepatuhan dan tata kelola tetap terjaga.

Baca Juga :   MTF Janjikan Pengembangan Teknologi untuk Kecepatan Proses

HashMicro telah mengimplementasikan Hashy AI secara luas di seluruh ekosistem ERP-nya. Dalam sesi konferensi, Syifa mendemonstrasikan bagaimana Hashy membantu proses penagihan pembayaran secara otomatis melalui panggilan telepon dan berinteraksi langsung dengan pelanggan.

Selain itu, Hashy AI dapat mengotomatisasi proses administrasi dalam manajemen SDM, hingga mengatur proses tender kompleks dengan bernegosiasi bersama vendor. Di sisi sales dan inventory, Hashy juga dapat menghasilkan laporan bisnis komprehensif dalam hitungan detik lengkap dengan data dan analisis yang dibutuhkan.

Didukung kapabilitas Vision Language dari Qwen, Hashy mampu membaca dan memproses dokumen dengan akurat, lalu secara otomatis memasukan data tersebut ke sistem ERP. Kemampuan ini membuat ERP tidak lagi sekadar platform pasif, melainkan mitra kerja aktif yang mampu mengeksekusi pekerjaan administrasi harian dengan mulus.

Ke depannya, HashMicro berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan AI dalam ekosistem ERP, melalui pengembangan agent baru untuk fungsi-fungsi strategis lainnya. Selaras dengan semangat Real Innovation – Shape the Future yang digaungkan dalam konferensi ini, HashMicro melihat AI bukan sekadar teknologi, melainkan fondasi untuk membentuk masa depan enterprise yang lebih cerdas, gesit, dan berdaya saing. 

Baca Juga :   SoftBank Ventures Lakukan Pendanaan pada Startup AI Sebesar US$9 Juta

“Misi kami adalah memastikan bisnis di Asia Tenggara dapat merasakan langsung manfaat AI dalam mendorong pertumbuhan nyata, membawa inovasi yang relevan hari ini, dan menyiapkan pondasi kuat untuk masa depan,” tutup Syifa.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics