Kemenko Perekonomian: Realisasi Investasi di KEK Capai Rp 40,48 T di Semester I/2025
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso/Dok. Ekon
Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian (Perekonomian) mencatat realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebesar Rp 40,48 triliun pada Semester I/2025. Angka itu telah menyentuh 48,2% dari target 2025, sebesar Rp 84,1 triliun.
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan, KEK pun telah menyerap sebanyak 28.094 tenaga kerja dari 65 pelaku usaha di KEK. Jumlah penyerapan tenaga kerja mencapai 56,4% dari target yang ditentukan yakni sebesar 49.779 orang hingga akhir 2025.
“Saya kira per Semester I/(2025) kemarin masih sesuai dengan target pemerintah untuk capaian kinerja KEK ini. Realisasi investasi, dan penyerapan tenaga kerja masih akan terus tumbuh, dan kita perkirakan di tahun depan justru akan lebih banyak lagi,” kata Susiwijono dalam keterangan resminya soal Indonesia SEZ Investment Summit dan Awards 2025 di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/9).
Secara akumulasi, kata Susiwijono, realisasi investasi KEK hingga 30 Juni 2025 sebesar Rp 294,4 triliun. Dari angka itu, sebesar Rp 262,7 triliun, atau sebesar 89,2% berasal dari pelaku usaha. Sedangkan Rp 31,6 triliun, atau sebesar 10,8% berasal dari badan usaha yang tidak menggunakan APBN.
“Memang sebagian besar kalau kita bicara mengenai nilai investasi, yang paling besar di KEK yang sifatnya industri manufaktur, industri pengelolaan. Beberapa KEK yang di bidang jasa, khususnya di jasa pendidikan, kesehatan. Kemudian juga terkait dengan ekonomi kreatif, digital,” ujar Susiwijono.
Kemudian penyerapan tenaga kerja, kata Susiwijono, secara akumulasi mencapai 187.376 tenaga kerja, yang berasal dari 442 pelaku usaha. Tercatat, industri manufaktur besar yang berada di KEK Kendal, KEK Gresik, KEK Galang Batang, berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Secara umum capaian kinerja ini sangat baik sekali, khususnya dari sisi realisasi investasi, dan juga penyerapan tenaga kerja, dan penciptaan industri di dalam KEK,” ujar Susiwijono.
Sebagai informasi, lokasi KEK tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 7 KEK berada di Pulau Jawa, dan 18 KEK di luar Jawa. Dari 25 KEK itu, sebaganya 13 KEK bergerak dalam bidang industri manufaktur, dan 12 KEK di bidang jasa.