IEU-CEPA dan ICA-CEPA Buka Peluang Pariwisata, Asita Minta Pemerintah untuk Banyak Dilibatkan

0
42

Penandatanganan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) dan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA–CEPA) yang telah dilakukan Pemerintah beberapa saat terakhir diyakini akan membuka peluang signifikan bagi sektor pariwisata.

Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) berharap pemerintah Indonesia kemudahan akses pariwisata tidak hanya kepada Uni Eropa saja, tetapi juga diberikan kepada Kanada.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah sekaligus Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa perjanjian strategis tersebut diyakini akan memberikan dorongan berantai bagi perekonomian nasional, dengan meningkatnya transaksi perdagangan barang dan jasa dan tumbuhnya peluang bisnis dan investasi.

“Kedua kesepakatan ini tidak hanya menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi, tetapi juga akan membuka jalan yang semakin luas bagi pengembangan sektor pariwisata Indonesia. Tentu akan membawa dampak positif tidak hanya pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga akan mendorong investasi dan peluang usaha baru,” kata Haryo dalam keterangannya.

Sekretaris Jenderal DPP ASITA, Budi Ardiansjah menilai bahwa berbagai kemudahan yang dihasilkan dari kesepakatan tersebut, termasuk pemberlakuan Visa Cascade oleh Uni Eropa yang memungkinkan pemegang Visa Schengen yang telah memperoleh izin sebelumnya untuk mendapatkan masa berlaku hingga lima tahun, akan memudahkan perjalanan wisata maupun bisnis ke Eropa.

Baca Juga :   Program Prakerja Dilanjut, Pendaftaran Sudah Dibuka

Kemudahan akses tersebut bukan hanya akan meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata, tetapi juga akan mendorong tumbuhnya aktivitas bisnis lintas negara. Dengan semakin terbukanya peluang perjalanan, pelaku usaha Indonesia dapat lebih leluasa menjalin jejaring, melakukan pertemuan bisnis, serta membuka potensi kerja sama baru dengan mitra di Eropa.

Sekjen ASITA Budi juga berharap kemudahan serupa dapat diperoleh dari Kanada sehingga dapat meningkatkan kunjungan kedua negara. Selain itu, penting untuk menekankan asas resiprokal agar kemudahan yang diberikan Indonesia kepada mitra dagang utama dapat diimbangi dengan kebijakan serupa. Penerapan asas resiprokal tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan arus wisatawan mancanegara ke Indonesia, baik untuk tujuan wisata, bisnis, maupun investasi.

“Dengan demikian saya percaya bahwa berangkat dari pariwisata kemudian akan dicipta hal-hal lain yang besar. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan investasi itu masuk setelah investor melakukan perjalanan wisata dulu. Biasanya mereka masuk, mereka terpukau oleh keindahan Indonesia, dan menyadari ada peluang di Indonesia, baru mereka investasi,” kata Budi.

Baca Juga :   Regulasi Baru DHE SDA, Menko Airlangga: DHE Sudah Selesai, PP Sedang Disiapkan

“Kita berharap kita lebih banyak dilibatkan. Terutama nantinya ada semacam pertemuan antara para pelaku usaha pariwisata yang ada di negara-negara seperti negara kita. Ini harus dipertemukan. Jadi bisa melalui tabletop atau business matching dan sebanyak-banyak yang bisa dilakukan. Jadi itu salah satu cara mendekatkan antara kita sebutnya itu business to business. Jadi business to business harus dilakukan supaya peluang-peluang yang sudah dibuka tadi itu bisa langsung terasa,” kata Sekjen Budi.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics