Apindo Nilai Tarif 32% AS kepada Produk Indonesia Berdampak pada Sektor Padat Karya
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani/Dok. Iconomics
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal tarif 32% bagian dinamika negosiasi antara Indonesia dan AS. Kendati begitu, bila kebijakan itu berlaku pada Agustus 2025, maka akan berdampak kepada sektor industri padat karya.
Pasalnya, kata Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani, industri seperti tekstil dan produk tekstil, alas kaki, furnitur, dan mainan, memiliki pangsa ekspor besar ke AS. Meski ketergantungan ekspor Indonesia ke AS hanya sekitar 10% dari total ekspor, dan kontribusi ekspor terhadap PDB relatif moderat (sekitar 21%).
“Risiko penurunan permintaan, masuknya barang murah atau ilegal, serta tingginya biaya berusaha tetap menjadi tantangan nyata yang perlu diantisipasi bersama,” kata Shinta dalam keterangan resminya pada Selasa (8/7).
Karena itu, kata Shinta, keberhasilan Indonesia dalam bernegosiasi dengan pemerintah AS menjadi hal yang penting. Apindo sejak awal telah terlibat aktif dalam mendukung proses itu.
Langkah itu, kata Shinta, dilakukan untuk menjawab kekhawatiran AS soal defisit perdagangan. Apindo meminta pemerintah Indonesia untuk memperkuat strategi diversifikasi pasar dengan memperluas ekspor ke pasar non-tradisional, serta mengoptimalkan efisiensi, dan daya saing rantai pasokan.
“Segera melaksanakan penyederhanaan regulasi di dalam negeri, untuk mendorong kemudahan berusaha di dalam negeri. Serta penguatan trade remedies dalam kerangka perlindungan industri nasional,” ujar Shinta.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor sebesar 32% kepada Indonesia yang berlaku pada 1 Agustus 2025. Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Trump memberlakukan tarif itu untuk seluruh produk Indonesia yang dikirim ke AS, dan terpisah dari tarif sektoral lainnya.
Trump beralasan, kebijakan tarif itu berlaku untuk mengatasi defisit perdagangan AS dengan Indonesia yang dinilai sudah terjadi bertahun-tahun. Karena itu, pemerintah Indonesia diminta memahami kondisi yang terjadi di AS.
“Harap dipahami bahwa tarif ini diperlukan untuk mengoreksi kebijakan tarif dan non-tarif Indonesia selama bertahun-tahun, serta hambatan perdagangan yang menyebabkan defisit perdagangan yang tidak berkelanjutan terhadap AS,” kata Trump dalam suratnya kepada Presiden Prabowo pada Senin (8/7).
Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics
Semester I-2026, Laba Bersih Astragraphia Naik 30%
July 30, 2026
Leave a reply Cancel reply
Most Popular
-
KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp 3,5 M dari Waskita ke Eks Ketum HIPMI
August 1, 2026Terima Hasil Audit Korupsi Mesin EDC BRI, KPK Akan Jebloskan Catur Budi Harto Dkk ke ...
August 1, 2026BPJS Watch Tolak Pelatihan Berjalan di Atas Bara untuk Pekerja
August 1, 2026Infographic
-
Anggaran Komunikasi: Anggaran Evaluasi Masih Kecil
July 8, 2026 -
Alasan Klien Tunjuk Konsultan PR
July 2, 2026 -
Susunan Pemegang Saham Bank Banten Pasca Bank Jatim Masuk
November 11, 2025 -
Kinerja BPR Berkat Artha Melimpah yang Dimiliki Cucu Eka Tjipta
October 25, 2025